Lulusan UIN Diharap Bantu Entaskan Buta Aksara Al-Quran

Diterbitkan  Minggu, 29 / 04 / 2018 22:32 - Berita Ini Sudah :  172 Dilihat

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mengharapkan lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin  Banten (UIN SMHB) membantu pemerintah dalam mengentaskan buta aksara Al-Quran.

“Saya mengucapkan selamat kepada wisudawan. Semoga para alumni UIN Banten ini dapat bermanfaat dan berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Banten yang berakhlaqul karimah,” ungkap Wahidin, saat menghadiri acara wisuda sarjana 380 lulusan dari berbagai program studi UIN SMHB, di Gedung Hasan Sadzili, Kampus UIN SMHB, Kota Serang, Sabtu (28/4).

Lulusan UIN Banten terutama jurusan keagamaan, kata dia, harus terjun ke masyarakat membantu progam pemerintah dalam pengentasan buta aksara terutama baca Al-Quran. “Selain itu, pada era yang penuh persaingan ini, kami juga mengajak para lulusan UIN untuk terjun ke dunia usaha guna mengatasi permasalahan minimnya lapangan kerja yang tersedia,” jelasnya.

Menurutnya, UIN Banten harus menjadi pelopor perubahan, para lulusan jangan bergantung pada lapangan pekerjaan, tetapi harus bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Wisudawan diharapkan menerapkan ilmu yang diperoleh selama ini, ditambah pengalaman agar diterima di masyarakat, berjuang untuk bangsa, negara dan Banten khususnya, di tengah permasalahan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah,” ujar dia.

Wahidin juga mengatakan, wisudawan hendaknya tidak merasa pesimis, dengan ilmunya yang diraih yakin menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat.

Selain itu, ia juga berbicara mengenai pentingnya menjaga persatuan dan keberagaman dalam suasana pildaka serentak dan jelang tahun politik 2019 mendatang. Gubernur menegaskan,  keberagaman, persatuan, kesatuan NKRI harus tetap dijaga.

“Di Banten terdapat empat kabupaten dan kota yang menyelenggarakan pilkada, belum lagi jelang tahun politik 2019.  Seluruh masyarakat harus dapat berhati-hati, dan harus mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik,” kata Wahidin.

Terlebih, sambungnya, berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian tengah melanda seluruh daerah termasuk di Provinsi Banten. Untuk itu, ditengah hiruk pikuk informasi yang berkembang, lembaga pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang bermoral, berakhlak, bermartabat.

“Kalian (Wisudawan) hendaknya tidak merasa pesimis, dengan ilmunya yang diraih yakin menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat,” ujarnya.(yul)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!