4 SPBU di Ciputat Curangi Pelanggan

Diterbitkan  Rabu, 02 / 05 / 2018 22:13 - Berita Ini Sudah :  315 Dilihat

PENGECEKAN SPBU: Kementrian Perdagangan Direktorat bersama UPT kemetrologian melakukan pengekan langsung SPBU yang disinyalir melakukan kecurangan di Jalan Merpati Jaya, Ciputat. Rabu (2/5). Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap 11 pelaku yang diduga mengurangi takaran atau jumlah liter bahan bakar minyak di dua SPBU yakni Ciputat. Mereka diduga melakukan kecurangan dengan menggunakan alat tambahan dan pengendali jarak jauh (remote control).

CIPUTA-Empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Ciputat kedapatan melakukan kecurangan. Hal itu diketahui setelah petugas gabungan dari Kementerian Perdagangan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemeterologian memeriksa alat takar dan tanda uji tera, kemarin.

Petugas gabungan mendatangi SPBU 34-15408 di Jalan Raya Merpati, Kecamatan Ciputat. Di SPBU itu didapati takaran yang tak pas. Dari sini, rombongan petugas bergerak ke dua SPBU lainnya yang juga masih berada di Ciputat.

“Kami melakukan penindakan berupa pemeriksaan kepada empat SPBU di daerah Ciputat, karena menindaklanjuti penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya akan kecurangan ukuran takar yang dilakukan SPBU,ā€¯ungkap Nona Martin, Kepala Seksi Pengendalian dan Penyelidikan Direktorat Kemetrologian Kementerian Perdagangan.

Dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa salah satu pom bensin tidak bertanda uji tera dengan sah. Sementara tiga lainnya bertanda sah berdasarkan ketetapan tahun 2017. Namun beberapa peralatan mesin ditambahkan, hal ini yang mendasari bahwa ketiga SPBU tersebut juga melakukan kecurangan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dilakukan uji tera keempat stasiun tidak mengeluarkan bahan bakar yang sesuai dengan ukuran. Dengan batas kesalahan 0,5 persen,” ujar Nona Martin.

Dalam modusnya, masih kata Nona Martin, bahwa operator SPBU melakukan tindakan kecurangan jarak jauh dengan menggunakan remote kontrol agar takaran BBM bisa lebih sedikit dibandingkan yang sudah ditetapkan.

“Jadi operator menggunakan remote dari ruang manajemen. Jika dinyalakan maka jumlah takaran BBM akan berkurang. Jumlah berkurangnya yakni per 20 liter berkurang sebanyak 800 milimeter,” kata Nona.

Kepala UPT Meterologi Kota Tangsel, Kusnan mengatakan, kecurangan ini dilakukan kepada seluruh pembeli. “Jadi modusnya tidak secara acak. Semua pembeli takaran BBM-nya dikurangi,” kata dia.

Untuk mengantisipasi hal ini kembali terjadi, Kusnan akan semakin memperketat pengawasan terhadap SPBU yang ada di Kota Tangsel dengan cara melakukan rutin uji tera secara berkala.

Diketahui aparat Polda Metro Jaya mengungkap kecurangan pengelola SPBU di kawasan Ciputat pada 28 April lalu. Pengelola menipu para pelanggan dengan mengurangi takaran BBM.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan bahwa kecurangan pengelola SPBU terbongkar pada 18 April 2018. Argo membeberkan modus kecurangan SPBU dengan memasang alat tertentu yang memungkinkan takaran BBM berkurang otomatis. Alat ini ditambahkan remote khusus sehingga bisa dikontrol.”Pengelola dapat mengendalikan alat itu dari jarak 30 meter dari SPBU,” kata Argo.

Argo Yuwono menambahkan, karena pola pemantauan yang ketat, aksi curang pengelola berlangsung selama tiga tahun, dan menghasilkan keuntungan yang besar.

Argo juga menjelaskan jika pengurangan takaran BBM dengan alat yang dipasang pengelola mencapai 400 hingga 1.245 mililiter, setiap pembelian 20 liter BBM.(irm)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!