Mintarsih, Warga Jelupang Penerima Program Bedah Rumah


Berawal dari Nonton Televisi, Curhat ke Ketua RT

Diterbitkan  Rabu, 02 / 05 / 2018 22:16 - Berita Ini Sudah :  214 Dilihat

Mintarsih (50), warga RT 13/04 Kelurahan Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong sudah sejak lama mendambakan rumah permanen bersih dan sehat. Selama ini, dia bersama tiga anak dan satu cucunya tinggal di sebuah rumah yang tak layak huni.

SUDIN ANTORO-Serpong

Air mata Mintarsih membanjiri kedua pipinya. Matanya basah sembab melihat rumahnya mulai dibongkar, kemarin. Janda enam anak ini tak lagi khawatir rumahnya kebocoran di saat hujan, bahkan takut roboh.

Keinginan buruh cuci di perumahan elite di kawasan Serpong ini sama seperti warga lainnya yakni, punya rumah layak huni. Rumah yang sudah ditempatinya sejak 35 tahun silam itu kondisinya memang sudah termakan usia.

Atapnya bocor, sejumlah kayu juga sudah lapuk. Suatu hari, Mintarsih menyaksikan program bedah rumah di televisi. Dia bingung kemana menyampaikan keinginannya itu.

Akhirnya dia mengutarakan keinginannya itu ke ketua RT setempat. Sekitar satu tahun lebih Mintarsih bisa tersenyum lega karena rumahnya sudah ditangani Pemkot Tangsel. Dirinya tak pernah mengira jika rumahnya itu benar-benar bakal dirombak menjadi bagus.

“Terimakasih kepada pemerintah yang telah membedah rumah kami. Tak pernah mengira jika hal ini akan menjadi kenyataan. Entah apa jadinya seandainya tidak ada bantuan dari pemerintah, sementara kami ingin memperbaiki tak memiliki biaya karena cukup besar memperbaiki rumah,” tuturnya.

Sementara selama dibedah rumahnya dirinya menyewa rumah petakan dua bulan seharga Rp 1 juta. sedangkan barang-barang perkakas alat rumah tangga sebagian dititip ke tetangga. “Entah bagaimana kami berterimakasih kepada pemerintah atas kebaikan ini semua,” jelasnya.

Koordinator Badan Kewadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Jelupang, Marta turut mengucapkan banyak terima kasih atas program bedah rumah yang dilakukan Pemkot Tangsel.

Kabid Permukiman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Tangsel, Carsono juga meninjau langsung rumah Mintarsih. “Bedah rumah maksimum 30-36 meter persegi dua kamar tidur. Jadi jangan sampai nanti tanah luas, tapi bangunanya jadi kecil. Jadi mohon ini diketahui dari awal. Targetnya 45 hari sejak dibongkar nanti kami evaluasi setiap minggu. Maka kami meminta tolong  tukangnya juga harus siap, supaya pengerjaan cepat,” pesan Carsono.

Konsep bedah rumah melibatkan BKM dengan sistem gotong royong antar keluarga dan masyarakat sekitar. di saming itu penggunaan bahan-bahan bangunan menggunakan matrial terdekat. Konsep ini diterapkan melihat evaluasi sebelumnya dengan sistem tender mengalami kendala pengiriman bahan material.

“Tahun ini kerjasama dengan toko bangunan di sekitar. Memudahkan mobilitas dan memperdayakan matrial setempat. Sebelumnya suplier dari jauh dari mana-mana  sehingga sulit karena tidak semua jalan dapat dimasuki mobil mengangkut material,” tuturnya.

Pihaknya menargetkan sebelum lebarah tahap pertama selesai sehingga dapat ditempati pemilik rumah. Sementara bagi pemilik rumah yang dibongkar untuk sementara tinggal di rumah sudara atau mengontrak sampai rumah sendiri selesai dibangun secara permanen.(*)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!