Masa Sekolah Capai 11,59 Persen

Diterbitkan  Kamis, 03 / 05 / 2018 21:37 - Berita Ini Sudah :  140 Dilihat

CIPUTAT– Target pendidikan di Kota Tangerang Selatan cukup baik, karena mencapai 11,59 persen. Hal Tersebut menandakan rata-rata masa sekolah telah sampai SMA. Sementara target dari nasional saja antara 7-8 persen atau setara SMP dengan lama sekolah 9 tahun.

Hal itu diungkapkan dalam coffe morning sekaligus dialog tentang dunia pendidikan dalam peringatan Hardiknas di lantai tiga Balaikota Tangsel bersama dengan Asisten Daerah III Teddy Meiyadi dan Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muslim di dampingi Kabid Humas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Dimas Sakti P Adiguna.

Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muslim menyampaikan lama sekolah di Tangsel hingga 2018 ini sudah pada tingkatan SMA atau jauh melebihi target pencanangan nasional yakni 11,59 persen. Nasional sendiri menargetkan sekitar 7-8 persen, artinya di bawah Kota Tangsel. “Tangsel sudah cukup baik ya, rata-rata lama sekolah siswa sudah sampai SMA mengungguli target dari nasional,” kata Muslim.

Bincang pendidikan bersama dengan Pokja Wartawan Harian Tangerang Selatan ini, lanjut Muslim dalam rangka Hardiknas 2 Mei mengusung tema secara nasional “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Landasan mengusung tema ini berkaitan dengan peran kebudayaan dalam memperteguh dunia pendidikan, karena dinilai tanpa ada peran kebudayaan pendidikan tidak memiliki identitas kuat.

“Hardiknas tahun ini, Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan. Pendidikan diperkuat hal akses maupun dalam bentuknya. Askes yang mudah memperoleh pendidikan dan memperkuat mutu pendidikan. Jadi temanya seluruh Indonesia sama,” tambah ia.

Disebutkannya, memang ada ketidak seimbangan antara jumlah Sekolah Dasar Negeri yang mencapai seratus lebih dan SMPN hanya sekitar 22 sekolah. Tentu lulusan pertahun cukup banyak mencapai sektiar 25 ribu siswa, sedangkan daya tampung SMPN hanya enam ribu siswa. Oleh karenanya, pihaknya melakukan berbagai upaya kepada masyarakat.

“Maka perlu dukungan dengan sekolah swasta dengan kualitas sama dengan negeri, tentu perlunya melakukan penguatan-penguatan guru bagimana guru bisa mengembangkan metode pembelajaran yang baik semua dalam rangka memperkuat pendidikan,” tukasnya.

Asisten Daerah III Teddy Meiyadi yang membawahi rumpun Dinas Pendidikan, menyampaikan, organisasi perangkat daerah dalam mengimplementasikan kegiatan harus sesui dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Dareah (RPJMD) hingga masa preriode Walikota dan Wakil Walikota berakhir 2016-2021. “Untuk itu, maka perlu dilihat kembali apakah sudah sesuai dengan RPJMD atau belum targetnya agar semua dapat tercapai,” tuturnya.

Mantan Bappeda Tangsel ini berharap kegiatan seperti ini dapat menjalar ke semua OPD, sehingga semua program dan target RPJMD dapat diketahui oleh kayalak umum. Masyarakat juga butuh informasi soal pembangunan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi dan lain-lain. Pemerintah dengan media harus bermitra menjalin hubungan yang baik jika ada kritik harus  konstruktif dan memberikan solusi.

“Pembangunan tidak ada berhasil tanpa melibatkan lima elemen, pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media. Konsepnya kerjasama untuk rakyat bersama rakyat. Media sangat berperan,” imbuhnya. (din)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!