Sejak 2017, Gedung Tak Rampung Dibangun


Murid Kerjakan Soal Ujian di Gudang

Diterbitkan  Kamis, 03 / 05 / 2018 21:46 - Berita Ini Sudah :  177 Dilihat

PONDOK AREN-Miris sekali melihat pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di dua Sekolah Dasar (SD) Pondok Pucung 01 dan SDN Pondok Pucung 03, Kecamatan Pondok Aren, kemarin. Para murid mengerjakan soal-soal di ruangan yang jadi gudang penyimpanan bangku dan meja.

Di salah satu ruangan kelas di SDN Pondok Pucung 01, bangku dan meja disimpan bertumpuk. Di salah satu pojok ruangan, tumpukan meja dan kursi mencapai 2 meter. Sementara, para murid memanfaatkan ruangan tersisa di kelas itu.

Pihak sekolah terpaksa menjadikan ruangan kelas itu sebagai tempat melangsungkan USBN, dikarenakan gedung sekolah tersebut masih dalam proses pembangunan.

Kepala SDN Pondok Pucung 01, Mariyah mengatakan, sejak dilakukan pembongkaran gedung sekolah pada Agustus 2017 lalu, semua murid menempati ruang kelas seadanya. Bahkan, mereka juga rela belajar di bawah tumpukan mebeler yang belum digunakan.

“Kita juga menempati ruang aula bekas Kantor kelurahan Pondok Pucung. Memang cukup berisik karena dekat ke jalan raya. Tapi mau bagaimana lagi, proses belajar mengajar harus tetap berjalan walau kondisinya serba apa adanya,” ungkapnya.

Mariyah mengaku dengan kondisi sekolah seperti itu sangat mengganggu proses belajar mengajar. Terlebih para murid sedang melaksanakan ujian.

“Saya sih ingin secepatnya selesai. Karena dengan kondisi ruangan seperti ini, sangat mengganggu sekali. Ruangannya sempit-sempit karena disekat-sekat,” tuturnya.

Hal hampir sama juga dialami di SDN Pondok Pucung 03. Lantaran gedung sekolah masih dalam tahap pembangunan, pihak sekolah nekat menggelar ujian di ruangan yang sangat sempit. Padahal sebelum ujian, para murid SDN Pondok Pucung 03 diungsikan ke salah satu SDN di Pondok Jaya.

Kondisi sempitnya ruangan pelaksanaan USBN di dua sekolah tersebut membuat sejumlah kalangan prihatin. Anggota DPRD Kota Tangsel, Undang Kasi Ujar sempat mengunjungi dua sekolah itu.

Menurut Undang, seharusnya pelajar yang mengikuti USBN di hari pertamanya itu, dibutuhkan situasi yang tenang untuk mengerjakan soal ujian. Akan tetapi, dengan kondisi yang ada, akan mengganggu pelajar dalam mengerjakan soal-soal ujian.

“Saya merasa miris dengan pelaksanaan USBN di lokasi ini. Mereka juga butuh ketenangan dalam mengikuti ujian ini,” katanya.

Dia mengatakan,  Sidak ke lokasi dua sekolah tersebut, dilakukan atas informasi orangtua siswa yang mengeluhkan kondisi tempat belajar putra-putrinya yang tak kunjung selesai dibangun. Padahal sebentar lagi akan memasuki penerimaan siswa baru.

“Banyak pengaduan dari orangtua murid yang mengeluhkan kondisi sekolah putra-putrinya. Kita juga jadi prihatin dengan kondisi sekolah seperti ini,” ungkapnya.

Diakui Undang, soal dua gedung sekolah yang dibangun pada Agustus 2017 itu, akan rampung pada Juli 2018 ini. Namun melihat kondisi di lapangan, dirinya pesimis gedung sekolah tersebut bisa selesai tepat waktu.

“Pada saat rakor, kita sudah tanyakan kepada dinas terkait soal gedung sekolah itu, dinas bilangnya target akan selesai bulan Juli bertepatan dengan penerimaan siswa baru. Namun melihat kondisi sekarang, kita pesimis gedung itu bisa selesai tepat waktu,” terangnya.(dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!