Marak Bilbodard Tak Berizin


Pemkot Harus Bentuk Tim Pengendali Reklame

Diterbitkan  Minggu, 06 / 05 / 2018 22:50 - Berita Ini Sudah :  247 Dilihat

SERPONG-Sejumlah pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merasa resah dengan maraknya tiang bilboard tidak berizin. Pasalnya, keberadaan reklame liar tersebut sangat menganggu iklim usaha, khususnya bisnis periklanan di kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini.

“Iya kita mengajukan izin, tidak tahunya ada pengusaha periklanan yang dibiarkan mendirikan tiang reklame tanpa berizin. Ini bagaimana hukumnya. Tidak fair namanya,” ujar M Istijar Nusantara, sekretaris umum BPC HIPMI Kota Tangsel.

Direktur Utama CIMKO Advertising Group ini menilai,  dengan maraknya tiang reklame tidak berizin sebagai bukti tidak berdayanya Pemerintah Kota Tangsel dalam mengatur iklim usaha di kota paling buncit di Provinsi Banten ini.

“Coba saya tanya, ini reklame marak dibiarkan saja. Perlu ditindak, jangan dibiarkans aja,” tuturnya.

Dia memberikan contoh, ketika dirinya ingin mendirikan tiang reklame di kawasan Rawa Buntu, Serpong, dirinya mengajukan proses perizinan resmi dan membawa semua persyaratan yang dibutuhkan, namun terdapat pengusaha advertising yang dengan sengaja mendirikan tiang reklame di depan titiknya, tidak berizin.

Dia berpendapat, maraknya reklame tidak berizin di Kota Tangsel merupakan potensi dari kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan maraknya reklame tidak berizin secara otomatis, maka potensi pendapatan PAD Kota Tangsel dari bidang jasa periklanan reklame hilang.

Karena itu, dia meminta Pemerintah Kota Tangsel untuk segera bertindak tegas kepada tiang tiang reklame yang tidak berizin. Dia meminta agar Pemerintah Kota Tangsel segera membentuk Tim Pengendali Reklame untuk menindak tegas reklame liar yang marak saat ini.

“Tebangi semua. Tegakan peraturan yang jelas, dan buat iklim usaha yang kondusif, bentuk segera Tim Pengendali Reklame,” pintanya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ahmad Syauki mengayangkan maraknya reklame liar di Kota Tangsel. Dia berjanji akan bertindak yakni dengan memanggil dinas-dinas terkait.

“Ini masukan yang bagus. Akan kami tindaklanjuti dan akan kami coba panggil dinas dinas terkait mengapa marak reklame liar. Ini merugikan Pemerintah Tangsel pastinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pembangunan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel, Yoga mengakui bahwa saat ini marak reklame tidak berizin. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran belum adanya tim pengendali reklame. “Iya marak, karena tim pengendali reklame saat ini tidak ada,” tuturnya.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!