Dari Acara Musrenbang Kekinian ‘Tangsel Youth Planner’


Pemuda Tulis Impian di Kertas, Partisipasi Bangun Kota

Diterbitkan  Senin, 14 / 05 / 2018 22:37 - Berita Ini Sudah :  176 Dilihat

Pemuda memiliki peran penting dalam tata pemerintahan dan ini yang dimanfaatkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel dengan mengelar program ‘Tangsel Youth Planner’. Kegiatan menjaring anak-anak muda ini menggandeng Komunitas Tangsel Creative, Masyarakat Kreatif Tangsel (Maket), dan Indonesia Literary Collective.

SUDIN ANTORO-Serpong

Acara digelar sejak pada 10-12 Mei lalu di salah satu hotel di BSD. Sedikitnya ada 90 pemuda yang mendaftarkan diri, lalu dilengkapi dengan persyaratan batas usia 15-25 tahun, berdomisili di Kota Tangsel serta menyertaka karya esai soal perencanaan Kota Tangsel. Akhirnya dari hasil seleksi hanya 50 pemuda lolos yang dibagi menjadi 7 kelompok.

Ketua Panitia Tangsel Youth Planner, Hilmi Fabeta mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menggali potensi dan imajinasi generasi muda Tangsel. Pemuda perlu dilibatkan dalam pembangunan Kota Tangsel, dan inilah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan harapan menemukan banyak gagasan sehingga nanti bisa dibuat rujukan.

“Ini salah satu cara lain Pemerintah Kota melibatkan pemudanya, salah satu bentuk lain dari Musrenbang yang kami kemas ngepop kekinian. Kemudian komunitas-komunitas terlibat mengajarkan adik-adiknya, maka nantinya saya membayangkan kita memiliki 1.000 rencana kota yang fresh di masa depan,” kata Hilmi yang juga sebagai Ketua Maket.

Untuk mendapatkan banyak imajinasi orisinil dan memukau soal penataan kota, mereka pada hari pertama diajak keliling Tangsel untuk melihat langsung Situ Tujuh Muara, Taman Baca Masyarakat Kolong Flyover dan Kampung Rimbun di Ciater, Serpong. Di hari kedua, para peserta diberikan materi terori dan praktik tentang kreativitas dengan membuat maket.

Sedangkan, di hari terakhir mereka mempresentasikan hasil karya dan ide perencanaan di Taman Perdamaian, BSD. Pada sesi ini, publik di taman dipersilakan bertanya kepada peserta. Acara diakhiri dengan mengantungkan kertas yang sudah ditulis mimpi dan rencana mereka untuk Kota Tangsel pada pohon impian di Taman Perdamaian itu.

Pemberi materi adalah orang-orang handal seperti Ketua Indonesia Creative Cities Network Fiki Satari,  Kepala Bappeda Tangsel Moch Taher Rochmadi, dan  Sastrawan dan Arsitek Avianti Armand.

Fiki Satari menjelaskan, bahwa penting menularkan ilmu kepada generasi muda agar mampu membuat kota sendiri sebaik mungkin sejak awal. Generasi muda memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan tergantung diarahkan ke hal yang positif.

“Saya mengapresiasi program ini, karena selain saya mempunyai kedekatan cultural, saya memiliki darah Banten, juga saya merasa generasi muda kita perlu dibekali dengan kreativitas dan kotanya dengan baik sejak dini,” paparnya.

Kepala Bappeda Kota Tangsel, Moch Taher Rochmadi menyampaikan, partisipasi anak muda dalam rencana pembangunan kota memicu adanya kegiatan ini. Maka ide-ide segar tentang perencanaan pembangunan dalam kegiatan ini menjadi menarik. (*)

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!