Masyarakat Diimbau Selalu Waspada


Polri dan TNI Patroli di Daerah Rawan

Diterbitkan  Senin, 14 / 05 / 2018 22:33 - Berita Ini Sudah :  555 Dilihat

 

 BINTAROPasca rentetan peristiwa pemboman di Surabaya, Jawa Timur, aparat Polres Tangsel semakin meningkatkan keamanan wilayah. Patroli bersama anggota TNI dilakukan ke sejumlah objek vital seperti, gereja dan pusat perbelanjaan.

Wakapolres Tangsel, Kompol Bachtiar Alponso mengungkapkan, saat ini pihak kepolisian terus melakukan pengawasan terhadap penyebaran aksi terorisme. “Saya yakin mereka punya sasaran. Dan sudah diketahui jika sasaranya adalah kami. Melihat beberapa titik yang sudah dijadikan lokasi aksi terorisme,” ujarnya.

Dia menambahkan, aparat Polres Tangsel juga sudah melakukan berbagai tindakan penjagaan di beberapa titik di Kota Tangsel. “Kami sudah mendapatkan perintah. Saat ini seluruh daerah statusnya ditingkatkan menjadi siaga. Jadi diharapkan masyarakat bisa ikut berkoordinasi dengan kami untuk meningkatkan penjagaan terhadap penyebaran aksi terorisme,” singkatnya.

Sebanyak 77 personel gabungan Polres Tangsel dan TNI melakukan giat patroli bersama setiap harinya. Seluruh pasukan yang terdiri dari unsur TNI sebanyak 20 orang di bawah pimpinan Pembantu Letnan Dua (Pelda)  Agus, dan 57 Orang dari Polres Tangsel di bawah pimpinan  Ajun Komisaris Polisi  Sutasman yang terdiri dari Lantas Sabhara dan Reskrim.

Kabag Ops Polres Tangsel, Kompol Hadi Supriatna mengungkapkan, patroli gabungan ini dilaksanakan terkait adanya kejadian di Surabaya sehingga pimpinan Polri maupun Panglima TNI memberikan arahan ke jajaran bahwa negara harus hadir. ”Masyarakat sudah memberikan apresiasi kepada Polri dan TNI untuk tidak takut terhadap teroris,” katanya.

Lebih lanjut, Hadi mengatakan patroli ini merupakan upaya preventif atau pencegahan di wilayah Tangsel walaupun tidak terjadi serangan teror seperti di wilayah lain. ”Dengan giat patroli gabungan ini,  masyarakat Tangsel bisa melihat kami hadir bersiaga untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Pelaksanaan patroli ini diintensifkan di wilayah-wilayah yang rawan seperti gereja dan objek vital lainnya.Tidak hanya pihak Polres saja, namun setiap Polsek di bawah jajaran juga melakukan siat yang sama.

”Apel gabungan di tiap Polsek  melibatkan unsur TNI dan juga unsur masyarakat yang tergabung dalam wadah Kelompok Sadar Kamtibmas atau KSK,” pungkasnya.

Sementara, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany meminta masyarakat untuk waspada akan tindak terorisme. Terlebih Tangsel masuk dalam zona merah.

 

“Kota Tangsel memang menjadi kota Zona Merah. Karena letaknya berada di perbatasan berbagai daerah. Makanya masyarakatnya harus lebih waspada, dan lebih peduli dengan lingkungan,” katanya.

Dirinya bahkan mengatakan kampanye “Kami Tidak Takut” tidak bisa memengaruhi pola pikir masyarakat yang akhir-akhir ini menerima berbagai macam informasi mengenai teror.

“Takut pasti. Tapi kita harus tetap menangani rasa takut tersebut dengan terus waspada. Misalnya, waspada dengan berbagai macam interaksi yang mencurigakan serta mengenali identitas orang yang tinggal di sekitar kita,” ujarnya.

 

FKUB Kutuk Aksi Terorisme

Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB ) Kota Tangsel bersama Anggota DPR RI Komisi V, Sahat Silaban menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi teror di Surabaya. Pernyataan sikap tersebut disampaikan di Gedung Kebhinekaan, Jalan Swadaya 3 Nomor 54 Kampung Ponco, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan  Pamulang, kemarin.

Sahat Silaban mengutuk keras atas rentetan teror dari mulai di Rutan Mako Brimob, Kepala Dua, Depok kemudian berlanjut di tiga gereja di Surabaya dan di Polrestabes Surabaya.

“Kami mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamya semoga keluarga yang ditingkalkan tetap tabah. Kami mengutuk keras perbuatan mereka yang kami anggap itu di luar ajaran agama. Itu bukan perbuatan manusia karena hewan saja melindungi anak-anaknya sementara mereka mengajak anak-anaknya untuk bom bunuh diri,” kecama politisi Partai NasDem ini.

Ia meminta kepada masyarakat untuk bersatu melawan teroris. Menjaga wilayah agar tetap aman dan kondusif, jangan sampai hal tindakan di luar kemanusiaan itu terjadi.

“Kami mengajak dan mengimbau masyarakat Tangsel dan Banten secara khusus mari saling menjaga kebinekaan ini. Kita hidup sudah ditakdirkan berbeda-beda karena dengan berbeda kita mejadi kuat. Jangan terpengaruh tindakan teror dilandasi agama, karena tidak ada agama mengajarkan kekerasan,” tukasnya.

Sekretaris FKUB Tangsel, Fachruddin Zuhri membacakan empat poin dalam pertemuan tersebut. Pertama, turut belasungkawa atas wafatnya korban teroris di Gereja Kristen Indonsia (GKI), Gereja Pantekosta, dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Surabaya. Kedua, mengutuk perbuatan biadab pelaku bom bunuh diri yang bertujuan melakukan teror kepada masyarakat dan nyata-nyata ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ketika kami mengajak kepada seluruh umat beragama untuk terus membangun dan membina kerukunan yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Dan terakhir mengimbau seluruh masyarakat untuk memberika kepercayaan sepenuhnya kepada aparat negara TNI dan Polri dalam menangai masalah teroris yang menjadi musuh bersama bagi kepentingan mempertahankan NKRI Harga mati,” kata Fachruddin.

Acara itu juga dihadiri berbagai perwakilan, di antaranya Ketua Persatuan Masyarakat Batak (PMB) Tangsel Ucok Siregar Siagian, perwakilan Pengurus Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Tangsel, unsur perwakilan dari Hindu, unsur umat Khatolik, dan dari jajaran Polsek Pamulang. (irm/din)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!