Lazismu Launching Ramadan Berbagi

Diterbitkan  Selasa, 15 / 05 / 2018 22:22 - Berita Ini Sudah :  99 Dilihat

Ramadan merupakan momentum bagi umat Islam termasuk lembaga amil zakat nasional yang menghimpuan zakat, infak dan sedakah serta menyalurkannya kepada penerima manfaat dengan tepat sasaran. Salah satunya dilakukan oleh Lazismu.

Pendistibusian melalui program Ramadan yang dilakukan Lazismu ini menyasar bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Seluruh pendistribusian disalurkan kepada 8 penerima zakat (asnaf) dan dipertangungjawabkan. Lazismu juga mendorong peran aktif komunitas hobi, profesi, dan korporasi untuk berkolaborasi dalam mendistibusikan zakat di Ramadan tahun ini.

“Peran zakat hebat harus memberikan ruang kepada setiap orang untuk berbagai,” kata Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu.

Maka dari itu Lazismu mengembangkan berbagai kemitraan pendistribusian zakat lainnya serta malayani seluas mungkin kepentingan umat.

Hilman melanjutkan, sebelum Ramadan, Lasizmu telah melaksanakan kegiatan dalam dua program. “Pertama ekspedisi zakat yang menyasar kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di Kepulauan Maluku. Di bulan Mei ini merupakan ekspedisi zakat tahap kedua dengan memanfaatkan Klinik Apung Said Thululey yang bersinergi dengan komunitas mahasiswa KKN UMY. Kedua Lazismu melakukan program back to masjid, di desa tertinggal yang berada di kawasan pegunungan Halimun Bogor pada pertengahan April kemarin bersama komunitas otomotif offroad,” tambah ia.

Dua program ini adalah satu satu contoh di antara program-program Lasizmu yang lain. Namun secara keseluruhan di Ramadan ini, ada empat program unggulan, yakni filantropis cilik, kado Ramadan, back to masjid, dan mudimu aman.

“Program-program selama remadan ini yang bervariasi diharapkan menjadi tulang punggung gerakan zakat dan dampaknya dapat dirasakan semua orang di mana pun berada,” tambah Hilman Latief yang juga sebagai peneliti senior Filantropi Islam.

Sementara, Direktur Fundraising Lazismu, Rizaludin Kurniawan mengatakan,  selain program-progam Ramadan tersebut Lazismu memiliki kegiatan lain di antaranya dengan mendatangkan syeikh-syeikh dari Timur Tengah. Supaya gerakan zakat di Ramadan tidak monoton, Lazismu melakukan inovasi program lainnya dengan menggandeng komunitas mobil dan motor offroad dalam tajuk adventure for humantity.

Rizaludin mengungkapkan, lembaga amil zakat juga harus mengikuti isu-isu ke dalam Sustainable Development Goals (SDGs) dan memberikan alternatif kepada donatur (muzaki) jika ingin menunaikan zakat, infak dan sedekah lewat program-program yang menarik.(din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!