Makanan Kandung Zat Pewarna Tekstil Beredar di Serpong

Diterbitkan  Selasa, 15 / 05 / 2018 22:26 - Berita Ini Sudah :  200 Dilihat

SIDAK JELANG RAMADHAN: Petugas Disperindag Kota Tangerang Selatan terlihat melakukan pengecekan terhadap sejumlah makanan dalam sidak jelang Ramadhan di Super Market kawasan BSD, Selasa (15/5). Sidak gabungan yang melibatkan BPPOM provinsi Banten, Disperindag Tangsel tersebut untuk mengetahui harga kebutuhan pokok sebagai langkah antisipasi permainan harga yang dilakukan mafia pangan menjelang bulan Ramadan.

 SERPONG-Masyarakat perlu waspada saat berbelanja kebutuhan akan bahan makanan di pasar tradisonal. Pasalnya, di Pasar Serpong beredar sejumlah komoditi mengandung formalin dan rhodamin.

Hal itu diketahui saat petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Serang, Banten bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Serpong, kemarin.

Sidak ini untuk menjamin bahan makanan yang dikonsumsi selama bulan puasa tetap aman dari berbagai zat berbahaya. Satu per satu, petugas BPOM memeriksa komoditi yang diperjualbelikan di pasar terletak di Jalan Raya Serpong itu.

“Dari 20 sampel yang kami periksa, ada beberapa komoditi mengandung zat berbahaya. Tiga di antaranya mengandung formalin,” kata Faizal Mustofa, Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (Pemdik Serlik) BPOM Serang.

Dia menambahkan, sementara satu jenis makanan lain mengandung zat rhodamin. Zat tersebut merupakan zat kimia yang sering terkandung di dalam hasil barang industri tekstil.

“Tiga makanan yang mengandung formalin tersebut adalan dua jenis cumi asin dari pedagang yang berbeda. Sementara satu lainnya adalah mie basah. Sementara yang megandung rhodamin adalah bahan makanan terasi,” ujar dia.

Saat ini, BPOM terus melakukan pemeriksaan di sejumlah titik bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan beberapa stakeholder pemegang kepentingan di Kota Tangsel.

Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana menerangkan, sidak yang dilakukan secara gabungan ini tak hanya memeriksa keamanan makanan menjelang bulan Ramadan. Tapi juga memantau pergerakan harga yang terjadi.

Melihat adanya makanan berbahaya yang beredar di pasar, Pemkot Tangsel sudah melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan yang memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi terhadap pedagang yang terbukti melakukan kecurangan.

“Sidak pun tidak hanya kita lakukan di satu tempat saja. Melainkan di pasar modern juga. Pokoknya pusat perbelanjaan yang menjadi tujuan masyarakat untuk membeli kebutuhannya,” ujar dia.

Maya menambahkan. sidak akan terus dilakukan sampai lebaran yang akan dating untuk memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya dengan aman.

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!