Laporkan Jika Restoran Tetap Buka di Siang Hari

Diterbitkan  Rabu, 16 / 05 / 2018 22:19 - Berita Ini Sudah :  190 Dilihat

CIPUTAT-Pengusaha restoran dan tempat hiburan malam diimbau untuk mematuhi jam operasional selama puasa. Hal ini untuk menciptakan ketertiban bersama.

Demikian diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangsel, Gusri Effendy. Menurutnya, dengan Peraturan Walikota (Perwal) Tangsel terkait jam buka restoran dan tempat hiburan itu, bukan membelenggu para pengusaha.

“Soal pengaturan jam selama ramadan, kebijakan itu setiap tahun diterapkan dan berjalan lancar. Mari di bulan yang suci ini kita rawat bersama, jaga tali silaturahmi dengan lingkungan sekitar dan hargai orang lain yang berpuasa,” katanya.

Restoran atau rumah makan di Kota Tangsel selama Ramadan diwajibkan mulai beroperasi pukul 16.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Sedangkan, resto cepat saji di pusat perbelanjaan harus mengenakan tirai penutup.

Sementara, untuk tempat hiburan seperti karaoke, klub malam, dan spa atau panti pijat secara aturan harus tutup selama Ramadan hingga H+3 Idul Fitri.

Lanjut Gusri, pelaku usaha tidak akan rugi, meski satu bulan lebih tutup. Dia mengibaratkan, seperti kapal laut ada menepinya, tidak selalu berlayar. Pengusaha telah memperhitungkan sebelumnya soal tutup selama Ramadan, tapi jika ada yang membandel tetap buka, Gusri menyarankan agar ditindak tegas.

“Jika ada yang membandel, sebaiknya ditindak tegas, tapi ada tata cara penindakan di Satpol PP. Semua harus diatur pada ketentuan dan regulasi, jangan sampai suasana sedang tidak menentu, malah membuat hal-hal yang tidak diingkinkan. Harus jaga kondusifitas menciptakan suasana semakin damai,” pinta Gusri.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Agus Budi Darmawan menyampaiakan, surat edaran berupa peraturan jam operasional rumah makan dan tempat hiburan selama Ramadan telah disebar ke para pelaku usaha.

“Sudah diatur dan disepakati saat rapat belum lama ini bersama para pengusaha dan Asosiasi Wadah Hiburan, Asprira. Apabila ada yang membandel tidak segan-segan akan ditindak oleh penegak Perda yakni Satpol PP melalui tahap teguran sampai pencabutan izin,” katanya.

Penerapan jam operasional bari rumah makan tidak ada yang keberatan demikian penutupan operasinal bagi tempat hiburan malam. Hiburan olahraga ketangkasan di luar mall seperti biliard wajib tutup, sementara ketangkasan di mall diperbolehkan buka.

“Bukan hanya pemerintah yang melakukan pengawasan, tapi juga masyarakat. apabila masyarakat melihat ada yang tidak mengikuti aturan bisa melaporkan kepada Satpol PP agar dapat tindakan,” sarannya.

Pihaknya meminta kesadaran bagi pedagang restoran, warung makan seperti Warteg perlu menghormati warga yang puasa. Namun jika mereka tetap menyajikan makanan harus ditutup menggunakan hordeng.

Sekretaris MUI Kota Tangsel, Abdul Rojak berpesan kepada seluruh mayarakat Tangsel agar tetap jaga perdamaian, saling menghargai dan mengormati yang lain. Bagi warga yang tidak berpuasa supaya menjaga, tidak makan minum di siang hari secara terbuka, jika makan dan minum harus di tempat yang sepi tidak terlihat. Demikian bagi yang berpuasa harus bersabar dan menahan hawa nafsu demi menjaga keharmonisan antar sesama.

“Kami mengajak mari jalankan ibadah puasa Ramadan ini dengan penuh kekhusyukan agar apa-apa yang kita kerjakan menjadi amal ibadah. Mari kita jaga agar Tangsel tentram dan damai selama ramadan berlangsung,” pintanya.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!