Bos Konveksi Diamankan di Kunciran, Diduga Anggota JAD


Polisi Geledah Kontrakan di Masjid Darussalam

Diterbitkan  Rabu, 16 / 05 / 2018 22:16 - Berita Ini Sudah :  213 Dilihat

PENGGEREBEKAN TERORIS: Petugas dengan bersenjata lengkap menjaga salah satu rumah terduga teroris seusai penggerebekan di Gempol, Tangerang, Rabu (16/5). Dalam penggerebekan di Tangerang Tim Densus 88 menggerebek tiga lokasi dan mengamankan tiga orang terduga teroris dan satu orang istri anggota teroris.

PAMULANG-Rani terkejut melihat puluhan aparat kepolisian bersenjata laras panjang memasuki deretan rumah kontrakan di Jalan Masjid Darussalam, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, kemarin. Dia menduga ada tersangka teroris bersembunyi di salah satu kontrakan.

“Iya, ada empat mobil besar, puluhan petugas kepolisian dengan laras panjang dan pakaian lengkap hitam-hitam ke kontrakan petakan-petakan. Saya pikir ini pasti ada teroris di sini,” terang Rani, warga Kedaung, Kecamatan Pamulang.

Rani bersama warga sekitar terus melihat aktivitas puluhan petugas kepolisian di kawasan itu. Satu per satu rumah kontrakan diketok pintunya. Polisi langsung meminta penghuni masing-masing untuk memperlihatkan Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP), ada juga yang digeledah jika penghuninya tak ber-KTP. “Semua penghuni didatangi dan diperiksa identitasnya,” beber Rani.

Tak hanya memeriksa identitas, aparat kepolisian yang juga dilengkapi oleh senjata lengkap tersebut ikut mengimbau agar segera melaporkan tindakan yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka.

“Iya biasa. Pak polisi berpesan kalau memang ada yang mencurigakan langsung lapor ke kantor kepolisian terdekat, Karena teroris sangat pintar berbaur dengan masyarakat, sehingga jika menemukan keanehan laporkan segera,” tandas Rani.

Pemilik Rumah Kontrakan, Ali Marwan mengatakan, saat pemeriksaan terjadi dirinya sedang tidak ada di rumah. Namun menurut penjelasan istrinya, rombongan polisi datang bersama dengan ketua RT setempat.

“Petugas kepolisian datang didampingi Pak RT, memeriksa satu persatu kontrakan saya sebanyak 33 pintu,”katanya.

Dia menambahkan sampai saat ini tidak ada tindakan mencurigakan dari seluruh penghuni rumah kontrakan miliknya. Namun kewaspadaan akan tetap ditingkatkan. Mengingat jika seluruh penghuni kontrakan merupakan pendatang.

“Saya terus berkoordinasi. Karena memang lagi panas situasinya. Ini juga akan terus melaporkan. Kalau ada yang mencurigakan akan langsung saya laporkan,” singkatnya.

Petugas berseragam hitam-hitam mengenakan masker dan dilengkapi senjata larang panjang itu dikabarkan dari kesatuan Brimob. “Kayaknya sih anggota Brimob yang bermarkas di sekitar sini,” bebernya.

Aparat kepolisian memang terus meningkatkan kewaspadaan pasca teror bom di Surabaya, Jawa Timur dan di Mapolda Riau. Penyisiran rumah kontrakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah teroris.

Sementara, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan penangkapan terhadap 4 orang di Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (16/5). Tiga dari 4 orang di antaranya merupakan anggota kelompok teroris Jamaah Anshorut Daulah (JAD) cabang Jakarta.

Penangkapan mulanya dilakukan di salah satu ruko, Jalan Gempol, Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Dalam tindakan tersebut polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang diduga jaringan teroris. Polisi menangkap Ahmad Khoir, Ghofar, dan Siska.

Selanjutnya, Tim Densus dan juga jajaran Polres Metro Tangerang bersama dengan Kodim 0506 Tangerang kembali bergerak mencari lokasi ke dua. Lokasi ke dua berada di Duta Bintaro Cluster Ubud II Blok G IIA No. 2 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Polisi tidak mendapatkan apa-apa di tempat tersebut.

Kemudian, Densus 88 kembali bergerak ke Perum Kunciran Mas Permai Blok C III RT 02/05 Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang. Polisi mengamankan sebuah kertas bidik panah dan beberapa berkas lainnya yang dikumpulkan dalam satu plastik. Tidak berselang lama, tampak satu terduga teroris dimasukkan ke dalam kendaraan taktis.

Salah satu warga Kunciran, Siti (33) mengungkapkan, Ahmad Khoir yang turut diamankan merupakan tetangganya yang berprofesi sebagai pemilik konveksi. Menurutnya, sosok pria yang belum genap dua tahun tinggal di rumah kontrakan itu merupakan orang yang cukup tertutup. Sebab, selama hampir dua tahun tinggal di rumah itu, Khoir tak pernah sekali pun berbicara dengan tetangganya. “Memang tertutup dia, cuma nyapa aja, kalau ngobrol-ngobrol mah jarang,” kata Siti.

Sementara, seorang wanita bercadar yang ikut dibawa oleh Tim Densus 88 tersebut, lanjut Siti, merupakan istri dari Ahmad Khoir yang bernama Siska. “Kalau istrinya saya cuma tau namanya. Karena saya pikir dia baru datang dari kampung halaman,” jelas dia.

Sedangkan, sosok Ghofar, yang juga diamankan Densus di tempat yang sama merupakan sosok yang pendiam dan lugu. Sosok Ghofar yang lugu juga diungkapkan Siti. Menurutnya pada saat berbicara logat khas Pekalongan terdengar halus dari mulutnya. “Saya kenal dia itu orangnya pendiam, jarang bicara. Kalau bicara juga pelan, halus gitu lah pokoknya,” kata dia.

Terduga teroris lainnya, Anton sehari-hari berjualan kebab. Adalah Fahri (25) dan Jay (26), rekan Anton, yang merupakan karyawan penjual kebab. Mereka menempati mess yang sama di Jalan Delima Blok C3 Nomor 80, Kunciran, Kota Tangerang. Mess itu terdiri atas empat kamar. Fahri dan Jay menempati satu kamar yang sama, sementara Anton menempati kamar yang berbeda sendirian.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, ketiga terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror  di Kota Tangerang itu merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ketiganya ditangkap di dua lokasi. “Ini kelompok JAD Jakarta,” ujar Irjen Setyo Wasisto.

Sementara, Kapolres Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan sebelumnya menyebut dua orang ditangkap di lokasi pertama, yakni Choir dan Ghofur. Sedangkan di lokasi kedua, Densus 88 menangkap Anton. (irm/iqbl/bnn)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!