Waspada Tahun Politik Diteror Bom


Waspada Tahun Politik Diteror Bom

Diterbitkan  Rabu, 16 / 05 / 2018 20:49 - Berita Ini Sudah :  198 Dilihat

TANGERANG  — Tahun politik seperti jelang Pilkada Serentak 2018, Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2019, harus diwaspadai masyarakat karena rawan konflik.

Hal itu disampaikan Muhayar, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tangerang, kepada Tangerang Pos/Tangsel Pos, di Tangerang, Rabu (15/5).

Muhayar memberi contoh, baru-baru ini terjadi serangan bom bunuh diri yang dilakukan para teroris seperti di Surabaya. Mereka secara masif menyerang sejumlah geraja di kota itu.

Diakuinya, yang membuat dirinya prihatin serangan bom bunuh diri itu melibatkan keluarga, yang di dalamnya terdiri dari suami, istri dan anak-anak.  “Kok anak-anak dilibatkan, saya betul-betul prihatin,” paparnya.

Ketika ditanya apakah itu ada kaitannya dengan tahun politik dan sentimen agama terhadap agama tertentu, menurut Muhayar itu sangat mungkin terjadi. “Ya, bisa saja para teroris itu ingin mengacaukan pesta demokrasi kita,” terangnya.

Muhayar mengingatkan, semua warga negara Indonesia yg berdaulat  dan beragama harus saling menghormati dan menghargai agama lain agar tdk terjadi disintegrasi dalam beragama.

“Yang jelas  kami mengutuk keras aksi teror bom yg mengakibatkan sejumlah orang menjadi korban kebiadaban teroris yg tidak bertanggung jawab. Saya turut berduka cita,” ujarnya.

Namun apa pun alasannya teror bom itu lanjut Muhayar, harus diusut  pihak kepolisian dan segera menangkap para teroris itu. “Hukum seberat-beratnya berdasarkan hukum yg berlaku dinegara kita,” tandasnya.

Ketua PC ISNU Kabupaten Tangerang Dr Bachrudin mengatakan, segala sesuatu yang terjadi di negeri ini sangat mungkin dikaitkan dengan tahun politik. Namun sebagai bagian dari anak bangsa, dia mengajak segenap lapisan masyarakat menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah.

“Masyarakat jangan mudah diprovokasi dan di adudomba.

Siapapun pelaku teror, dan dari agama manapun dia, tetap saja itu perbuatan terkutuk dan dzalim terhadap seluruh warga bangsa,” tandasnya.

Lebih jauh Bachrudin juga mengatakan masyarakat Indonesia sesungguhnya sangat cinta damai dalam berbagai keberagaman dan dalam bingkai Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 45.

Bachrudin berpendapat tindakan teror yang mengakibatkan banyak kerugian dan banyak korban sangat tidak benarkan agama apapun. Negara harus segera melindungi rakyatnya dari ancaman teror yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara. (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!