Tarling di Pamulang Timur


Airin Ingatkan Keguyuban

Diterbitkan  Minggu, 27 / 05 / 2018 22:50 - Berita Ini Sudah :  219 Dilihat

PAMULANG– Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berharap masyarakat harus tetap guyub. Tak ada disparitas antara warga perumahan atau komplek dengan warga kampung demi menjaga kondusifitas wilayah.

Demikian disampaikan Airin saat tarawih keliling (tarling) di Masjid Al Muhajirin, Bukit Pamulang Indah (BPI) Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang pada Jumat (25/5) lalu.

Airin menerangkan, persoalan disparitas sebagai cara pandang masyarakat yang merasa warga perumahan tak mau berbaur dengan warga kampung. Status sosial terkadang kerap membedakan, namun sebetulnya jika perspektifnya secara keluhuran manusia itu harus berbuat baik kepada semua, maka persoalan sosial tidak akan muncul.

“Ini menjadi PR bersama bagaimana keguyuban harus dilakukan, karena Tangsel sebagai kota metropolitan. Mari kita bangun bersama-sama demi kemajuan bersama” pesannya.

Terlebih saat ini tengah dilanda aksi teror di berbagai wilayah. Tangsel memiliki rekam jejak sebelumnya aksi teror berhasil diungkap tentunya menjadi pelajaran penting bagi warga bukan hanya aparatur penegak hukum dan pemerintahan semata. Kepedulian antar warga jadi kunci keberhasilan  mencegah aksi terorisme.

“Dengan maraknya teror bagaimana bisa mengantisipasi, karena jumlah personel Densus 88 sangat sedikit. Kita semua saling peduli awasi lingkungan. Kami berharap di lingkungan mebuat buku tamu, sehingga dapat diketahui warga baru,  alamat, KTP dan lain-lain. Sehingga akan lebih mudah seperti kejadian di Setu ketahuan ada KTP-nya,” jelasnya.

Sebelum tarling, Airin beserta rombongan juga buka puasa bersama di Kantor Kelurahan Pamulang Timur. Kebetulan hari itu bertepatan dengan syukuran Hari Jadi Pamulang Timur ke-38.

Airin mengucapkan selamat Hari Jadi yang ke-38 untuk Pamulang Timur. Tentu tujuan pemekaran yakni, mempermudah jalur birokrasi sama halnya Kota Tangsel mekar dari Kabupaten Tangerang. Namun bukan berarti setelah dimekarkan tanpa ada problem, pasti muncul problem di tengah masyarakat. Misalnya saja berdasarkan informasi dari Lurah Pamulang Timur masih ada ketimpangan antara warga perumahan dan kampung.

Ketua DPRD Kota Tangsel, Much Ramlie dalam sambutannya mengapresiasi warga Pamulang Timur yang telah memakmurkan, menjaga, dan merawat wilayahnya hingga saat ini. Sehingga Pamulang Timur berkembang pesat di usia yang sudah dewasa ini.

“Tanggal 25 Mei 1980 tepat SK Gubernur Provinsi Jabar ditandatangani  pembentukan Kelurahan Pamulang Timur. Sekarang tepat 25 Mei 2018 dengan demikian usianya telah masuk ke 38 tahun.  Saya bangga kepada warga yang masih peduli, kalau bukan kita siapa lagi,” kata Ramli yang juga mantan lurah Pamulang Timur ini.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menyampaikan, Pamulang sebagai wilayah cukup heterogen, maka dari itu pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat dapat saling peduli terhadap lingkungan mencegah tindakan yang tidak diinginkan. “Pamulang penduduknya cukup padat heterogen jika tidak ditangani dengan baik, maka muncul masalah sosial,” katanya.

N amun sambung ia, secara umum wilayah Pamulang  cukup kondusif, hanya saja ada beberapa tempat rawan. Maka dari itu kepedulian untuk saling mengingatkan kepada para tetangga menjadi prioritas jangan sampai menjadi korban narkoba dan kriminalitas.

Sementara, Ketua Umum Yayasan Al Munawaroh sekaligus Ketua DKM Al Mujahirin BPI, Bambang Cahyono HS menerangkan, masjid menjadi simbol persatuan. Irama kekeluargaan kerap terdengar baik yasinan, doa, tahlilan, rebana, dan salawat.(din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!