2019, Tol Panimbang Beroperasi


Buka Pertumbuhan Baru

Diterbitkan  Minggu, 27 / 05 / 2018 22:12 - Berita Ini Sudah :  174 Dilihat

SERANG-Pertumbuhan ekonomi, khususnya di Lebak dan Pandeglang akan semakin pesat, sehubungan dengan pembangunan jalan tol Serang-Panimbang. Jalan tol yang merupakan salah satu proyek strategis nasional ini ditargetkan ada yang sudah beroperasi sebelum Juni 2019, seperti dari Serang hingga Rangkasbitung.

Sementara, PLN Distribusi Banten menjamin ketersediaan tenaga listrik di Banten, termasuk untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan ekonomi baru di Banten.

Demikian terungkap dalam talkshow Banten Economic Forum (BEF) dengan tema ‘Membangun Infrastruktur untuk Kemajuan Banten’, di Auditorium UIN SMH Banten, Jumat (25/5).

Kegiatan tersebut diselenggarakan BANPOS, Koran Nomor Satu di Banten bekerja sama dengan Bantenologi dan UIN SMH Banten dan didukung PT PLN Persero, PT Wika Serang Panimbang, Bank Banten, PT Jamkrida Banten dan Kadin Banten.

Hadir sebagai pembicara, GM PLN Distribusi Banten R Rawan Insani, Plt Direktur Utama Wika Serang Panimbang Mulyana, dan Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Pemkab Serang Moch Ronny N. Diskusi dipandu Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SMH Banten Efi Syarifuddin.

Plt Direktur PT Wika Serang Panimbang, Mulyana mengatakan, pembangunan tol Serang-Panimbang merupakan salah satu dari proyek strategis nasional yang ditetapkan pemerintah.

 

“Jalan tol ini merupakan salah satu jalan tol kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) yang dibangun sebagai penunjang kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung,” ucap Mulyana.

Tujuan pembangunan tol, kata Mulyana, diharapkan membangun konektivitas dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Banten sesuai dengan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.

Selain itu, diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus pariwisata Tanjung Lesung sesuai PP Nomor 26 Tahun 2012.

“Bisa meningkatkan pendapatan asli daerah Banten dari sektor pajak, meningkatkan aksebilitas kegiatan ekonomi masyarakat Banten, meningkatkan kesehjateraan masyarakat Banten, penyerapan tenaga kerja selama masa kontruksi dan dampak dari peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat dan memberikan nilai tambah untuk investor,” katanya.

Terkait pembangunan jalan tol dan pembangunan ikutannya, kata Mulyana, pihaknya sudah mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk dari PLN yang siap membantu.

“Kan akan membuka pertumbuhan baru. Seperti industri, perhotelan dan properti. Kami juga siap ditunjang PLN yang sudah menyatakan sangat siap,” ujar Mulyana.

Ia juga meminta pemerintah daerah bersama-sama mengembangkan pembangunan tol ini, sehingga bisa berdampak positif terhadap daerah yang dilintasi jalan tol tersebut.

 

“Harus menjadikan tantangan baru dan menciptakan apa. Jangan sampai tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Mulyana.

Dalam pembangunan ini juga, pihaknya menggandeng pengusaha lokal untuk ditempatkan sebagai kontraktor. “Di kontraktornya tentu sudah bekerja sama dengan pengusaha lokal,” ucapnya.

Saat menyampaikan materi dalam diskusi tersebut, Mulyana menunjukan perkembangan pembangunan jalan tol, seperti pembersihan jalur, pembangunan batching plant, dan lain-lain.

Mulyana juga menunjukkan foto-foto yang menunjukkan proses pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sudah dimulai.

Narasumber lainnya, General Manager PLN Distribusi Banten R Rawan Insani mengatakan, PLN sudah siap memfasilitasi kebutuhan listrik di Banten termasuk di daerah pertumbuhan ekonomi baru, sebagai dampak dari pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

“Dari daya istrik di Banten, masih terdapat cadangan daya pembangkit terhadap beban puncak (reserve margin) sebesar 1.716 MW atau setara dengan 32,84 persen,” tutur Insani.

Ia memprediksi, pembangunan jalan tol Serang-Panimbang akan meningkatkan kebutuhan listrik di area sekitar jalan tol tersebut, termasuk kawasan industri baru.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan konsumsi listrik di Banten selalu di atas rata-rata angka nasional dalam tiga tahun terakhir.

Dari data yang dipaparkan, pertumbuhan ekonomi Banten pada tahun 2017 mencapai angka 5,71 persen, sedangkan konsumsi listrik mencapai 1.741, di atas angka nasional pada tahun yang sama.

“Dari luas Banten sebesar 8,943 km2, sudah terdapat hampir 3 juta pelanggan listrik atau hampir sebagian besar daerah di Banten telah teraliri listrik,” ujarnya.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di Banten dan juga menunjang tol Serang-Panimbang tersebut, terdapat beberapa rencana pembangkit baru, sehingga tahun 2022 direncanakan reserve margin mencapai angka 50,62 persen

Sedangkan, untuk proyeksi pelanggan tambahan, diperkirakan akan ada 12 pelanggan dengan serapan daya sebesar 574 MVA. Kabupaten Serang untuk kawasan industri Wilmar sebesar 70 MVA, PT Shunfle Langgen Jaya Steel sebesar 100 MVA dan Pelabuhan Internasional Bojonegara sebesar 13 MVA.

“Untuk Pandeglang, KEK Tanjung Lesung sebanyak 100 MVA, pengembangan Bandara Khusus Panimbang sebanyak 0,1 MVA dan  Lebak untuk Kawasan Kota Baru Maja sebesar 39 MVA,” ujarnya.

Selain itu, untuk gardu induk yang sudah ada di area yang terkena pembangunan jalan tol seperti Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak, akan ditambah.

“Gardu induk eksis di Pandeglang sebanyak 2 dan akan ditambah 1 gardu induk di daerah Tanjung Lesung. Sedangkan Lebak terdapat gardu induk eksis sebanyak 3 yang akan ditambah gardu induk baru sebanyak 2 di daerah Malingping dan Maja,” ujarnya.

Sedangkan untuk Kabupaten Serang  terdapat 6 gardu induk yang eksis dan akan ditambah 1 gardu induk di daerah Baros.\

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga pada DPUPR Kabupaten Serang M Roni mengatakan, Pemkab Serang konsisten meningkatkan perbaikan infrastruktur jalan.

“Kami menargetkan semua jalan Kabupaten Serang selesai dibangun pada 2021. Jadi tidak ada lagi jalan kabupaten yang rusak,” ujar Roni.

Bahkan, sebagai bentuk keseriusan Pemkab Serang dalam membangun infrastruktur jalan diperkuat dengan Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 3 Tahun 2017 tentang percepatan pembangunan infrastruktur jalan Kabupaten Serang.

Dalam paparannya, Roni memastikan target untuk membangun jalan yang rusak hingga selesai pada waktu yang ditargetkan bisa terealisasi. Sehingga, pembangunan infrastruktur jalan yang dilalukan dengan beton bisa berdampak terhadap ekonomi masyarakat. “Tentunya infrastruktur jalan bagian dari untuk mendukung perkembangan ekonomi warga,” kataya.

Roni juga mengaku bersyukur wilayah kerjanya jadi lintasan jalan tol Serang-Panimbang yang akan dibangun tahun ini. Ada dua kecamatan yang terlintas tol Serang-Panimbang yakni Cikesal dan Tunjungteja.

“Akses jalan kabupaten yang menuju tol Serang-Panimbang juga akan kita bangun. Sehingga percepatan pembangunan jalan nasional juga diimbangi daerah,” ucapnya. (PBN/CR-01/IMIAEP/bnn)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!