Dua Kelompok Remaja Tawuran di Cirendeu


Lengan Terputus Disabet Celurit

Diterbitkan  Minggu, 27 / 05 / 2018 22:09 - Berita Ini Sudah :  209 Dilihat

CIPUTAT TIMUR-Sadis sekali kelakuan remaja di zaman sekarang. Di bulan penuh berkah ini, mereka malah tawuran. Korbannya pun sangat tragis, pergelangan tangannya terputus disabet celurit.

Itu terjadi di Jalan Cirendeu Raya, tepatnya di samping Rumah Makan (RM) Tandikat Padang, Ciputat Timur pada Sabtu (26/5) pagi. Tawuran terjadi antara kelompok Asep alias Cepot dari Lestari Cirendeu dengan remaja dari Gang Monas, Cirendeu.

Kedua kubu saling serang membabibuta. Bahkan sejumlah remaja nekat membawa senjata tajam. Dalam tawuran itu, nasib tragis dialami Zaelani Sidiq (21). Lengan dia terputus akibat dicelurit.

Kapolsek Ciputat, Kompol Donny Wibisono mengatakan, tawuran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB antara dua kelompok remaja. “Sebelumnya mereka sudah mengadakan janji untuk tawuran, sekira Pukul 03.00 WIB,” katanya.

Lanjut Kapolsek, Zaelani Sidiq yang menjadi korban, dikeroyok oleh dua remaja lainnya. “Pelaku membacok pergelangan tangan kanan hingga putus dengan menggunakan sajam jenis celurit dan memukul dengan menggunakan stick golf. Korban dilarikan ke RS Fatmawati Jakarta,” katanya.

Atas kejadian tersebut pihak kepolisian telah melakukan cek TKP, dan meminta keterangan saksi-saksi serta melakukan pencarian barang bukti sajam jenis celurit yang digunakan untuk menganiaya korban.

Setelah kejadian tersebut, dua orang remaja pelaku pembacokan yang mengakibatkan lengan kanan Zaelani Sidiq putus ditangkap petugas kepolisian dari Polsek Ciputat sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedua pelaku masing-masing berinisial AD (16) dan AS (19) diamankan dari dua tempat yang berbeda itu pun mengakui perbuatannya menganiaya korban dengan cara memukul punggung korban dengan menggunakan stick golf dan kemudian membacok lengan kanan korban hingga putus.

 

“Pelaku AS mengakui perbuatannya memukul korban dengan stick golf dan pelaku AD membacok pergelangan lengan tangan sebelah kanan korban dengan menggunakan celurit,” terang Kompol Donny Wibisono.

Barang bukti lain berupa sebilah clurit yang digunakan untuk membacok lengan korban hingga kini masih dalam pencarian petugas kepolisian. ” Pelaku dikenakan pasal pengeroyokan dan atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP sub 351 KUHP,” papar Kapolsek.

Sementara, korban yang dilarikan ke RS Fatmawati akibat lengannya putus, harus menjalani operasi pemulihan, penyambungan organ tubuhnya yang putus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan,  pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak RS Fatmawati guna memonitor kondisi dan kesehatan korban pasca operasi yang telah dilakukan oleh tim dokter.

“Korban dalam pemulihan sehabis operasi. Dicoba untuk disambungkan kembali organ geraknya,” terang Alexander, Minggu (27/5).

Upaya penyambungan kembali lengan kanan korban yang putus itu pun bisa dilakukan karena korban cepat tertolong dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum korban kehilangan banyak darah akibat putusnya urat nadi pergelangan tangannya tersebut. ” Berfungsi atau tidaknya lagi lengan korban, masih diobservasi,” jelasnya.

 

Selain memantau kondisi kesehatan fisik korban, pihak kepolisian pun berkoordinasi dengan P2TP2A dan Satgas Anti Kekerasan Anak Kota Tangerang Selatan untuk melakukan pendampingan dan proses Trauma Healing kepada korban yang masih dibawah umur tersebut.

“Selain diupayakan kesembuhannya, korban juga akan mendapatkan pendampingan dan proses trauma healing,” paparnya.(irm)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!