10 Calon Anggota KPU Ikuti Uji Kelayakan

Diterbitkan  Selasa, 29 / 05 / 2018 21:09 - Berita Ini Sudah :  201 Dilihat

SERANG-Sebanyak 10 calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel mengikuti tes uji kelayakan bersama para calon anggota KPU dari Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pandeglang, dan Kota Cilegon di Kota Serang, kemarin.

Uji kepatutan dan kelayakan itu dilakukanKPU RI untuk menentukan siapa di antara 10 nama tersebut masing-masing yang nantinya akan terpilih menjadi lima Komisioner KPU Kota Tangsel.

Kesepuluh nama dari Kota Tangsel, dua di antaranya adalah wajah lama yaitu Bambang Dwitoro dan Ahmad Mudjahid Zein. Dan satu nama mantan Anggota Panwaslu Kota Tangsel pada Pilkada Tangsel 2015 yaitu M Taufiq MZ, sisanya wajah baru ialah Ade Wahyu Hidayat, Ajat Sudrajat, Asep Rahman Umbara, Heni Lestari, Ihwan Aulia Rahman, Mohammad Raivendra, dan Slamet Santosa.

Semua nama tersebut merupaakn hasil seleksi tim Pansel, dari 32 peserta atau calon yang mendaftarkan diri sebagai komisioner KPU Kota Tangsel untuk lima tahun mendatang. Dalam tes kemarin, dibuka langsung oleh Ketua KPU RI Arif Budiman serta didampingi oleh seluruh komisioner KPU Provinsi Banten.

Arif mengatakan, bahwa dalam tes tersebut untuk melihat dan mengetahui seperti apa integritas dan juga pemahaman para peserta terkait ke-Pemilu-an. Karena hal itu dianggap cukup penting untuk menjalankan lembaga KPU yang adil.

“Tes ini untuk menguji seluruhnya, mulai dari tingkat kepemahamannya soal Pemilu sampai pada persoalan integritas kita uji juga kepada semua peserta,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, Pemilu 2019 ini menyelenggarakan Pileg dan Pilpres, dua pemilihan ini berbarengan sehingga butuh tenaga dan pikiran jauh lebih ekstra lagi.

Ketua KPU Banten, Wahyul Furqon mengatakan, saat ini para calon KPU di empat kabupaten/kota melakukan uji kelayakan yang seharusnya dilakukan oleh KPU RI. Namun, karena padatnya jadwal yang dimiliki KPU RI, maka tes uji kelayakan didelegasikan oleh KPU Banten.

“Kendati KPU Banten yang melakukan tes uji kelayakan, namun yang menentukan kelulusan adalah KPU Pusat,” kata Wahyul.

Ia menjelaskan, uji kelayakan berisi mengenai persoalan integritas, independen, pengetahuan Pemilu dan komunikasi. Materi tersebut dinilai penting, karena Pemilu yang akan berlangsung di 2019 akan memiliki konflik yang berat. “Sehingga dibutuhkan komitmen sejak awal, sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 lebih berintegritas,” ujarnya.

Sementara itu Mudjahid, salah satu calon anggota KPU Kota Tangsel mengatakan, ada beberapa tes yang dia ikuti. “Saya belum bisa berkata apa-apa. Semuanya saya serahkan kepada penguji seperti apa hasilnya,” ungkapnya. (dra/yul)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!