ITI Garap Urban Farming 2 Hektar

Diterbitkan  Selasa, 29 / 05 / 2018 21:08 - Berita Ini Sudah :  235 Dilihat

PAMULANG-Sekitar 2 hektar lahan tidur di Kelurahan  Bambu Apus, Kecamatan  Pamulang dimanfaatkan untuk urban farming yang dimotori oleh Institut Teknologi Indonesia (ITI) melalui program Bina Lingkar Kampus.  Sosialisasi dibuka pada Senin (28/5) di TPS3R Villa Pamulang Mas.

Direktur Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Institut Teknologi Indonesia (ITI), Iyus Hendrawan dalam sosialiassi Progam Bina Lingkar Kampus menyampaikan, dalam mengaplikasikan program ini telah mendapatkan kesepakatan dari Pemkot Tangsel dan beberapa dinas di antaranya Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Lingkungan Hidup.

“Kami sudah MoU 7 OPD dalam kegiatan Bina Lingkar Kampus yang tersebar lokasinya di beberapa tempat. Kami hanya fasilitasi sifatnya membantu arahnya kembali kepada masyarakat Tangsel untuk pemberdayaan,” katanya.

Untuk memulai urban farming, perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama, soal pengolahan sampah di sekitar lingkungan dengan harapan tiga tahun ke depan sampah tidak lagi dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang Serpong, melainkan dijadikan sebagai kompos untuk organiknya sedangkan jenis plastik akan diolah menjadi aspal. Pengelolaan sampah di wilayah Bambu Apus sudah bagus, partisipasi masyarakatnya cukup tinggi, sehingga hanya membutuhkan daya ungkit pasti akan berjalan.

“Pupuknya nanti dihasilkan dari olahan sampah organik, karena sangat bermanfaat untuk tanaman. Yang terbuang ke Cipucang tinggal yang tak terpakai atau sudah terpilah,” tambah Iyus.

Kawasan urban farming digarap secara serius mulai dari penanaman, perawatan dan pemanenan serta pemasarannya. Kesemuanya akan digarap dengan menejemen yang terstruktur agar hasilnya bagus dan memberikan manfaat kepada warga sekitar.

“Beberapa jenis tanaman yang akan difokuskan di antaranya labuh, jahe merah, tebu telur yang harganya cukup mahal. Kisaran enam bulan dapat dipanen dengan prediksi dalam satu tahun per jenis tanaman mampu menghasilkan 10 ton dari area seluas 2 hektar. Nantinya akan ada rencana penanaman buah yang berpohon pendek,” tambah ia.

Selain di Bambu Apus, ada beberapa titik di antaranya di Keranggan, Kecamatan Setu, di Kampung Pulo, Kelurahan Kedaung  industri tempe dan beberapa tempat pengembangan IKM. Masing-masing tempat dikembangan berdasarkan potensi yang sudah ada, Bambu Apus karena memang lahannya ada, didukung dengan pengolahan sampah secara terpadu.

Anggota DPRD Tangsel, Siti Chodijah menyampaikan terima kasih kepada ITI yang sangat peduli terhadap Tangsel. Kegiatan ini menurutnya, tangung jawab pemerintah, namun ITI memberikan perhatian lebih yang menandakan komitmen turut membangun Tangsel cukup besar.

“Mudah-mudahan kerjasama dengan ITI tercapai pembangunan Kota Tangsel. Ini tugas pemerintah kami dari DPRD mengucapkan terima kasih,” ucapnya.

Harapan lain, dengan program urban farming sebagaimana Pemkot juga sudah mencanangkan program ini dapat seirama yang akan dijadikan percontohan di kelurahan lain. Selama ini sebut Chodijah, banyak aplikasi, namun kurang diaplikasikan di tempat yang lain.

“Mudah-mudahan ini menjadi satu percontohan yang baik untuk diterapkan di kelurahan dan kecamatan yang lain, sehingga dapat terintegrasi dan memberi dampak lebih luas,” harapnya didampingi anggota dewan lainnya, Dewi Indah Damayanti. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!