Warga RW 08 Kelurahan Cirendeu Bangun Kampung Bhineka

Diterbitkan  Selasa, 29 / 05 / 2018 22:43 - Berita Ini Sudah :  190 Dilihat

CIPUTAT TIMUR-Warga RW 08 Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur mendirikan Kampung Bhineka. Kampung ini bentuk aksinyatanya memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam bersama-sama dengan hasil untuk dinikmati bersama.

Lurah Cirendeu, Win Fadlianta mengapresiasi keaktifan warga yang ada di wilayah RW 08 yang selama ini cukup aktif di berbagai kegiatan. Peran RW di lingkungan sangat menentukan dalam menggerakan warganya. Dan inilah yang seharusnya dijalankan oleh para RW supaya lingkungan tetap hidup dan warganya saling peduli.

“Makna dari Bineka untuk saling bersatu tanpa ada perbedaan, sehingga kemudian warga harus sama-sama menghidupkan lingkungan sekitar dalam berbagai kegiatan salah satunya bercocok tanam ini,” kata Win.

Win menambahkan, harus ada satu gerakan untuk menyatukan antar masyarakat melalui berbagai kreativitas, baik seni, ekonomi, gotong royong maupun kegiatan lain bertujuan positif untuk membangun keragaman dan kebersamaan. Tanpa kepekaan dan kepedulian sasama, rasanya akan sulit untuk membentuk lingkungan yang aman dan nyaman.

“Gerakan yang dilakukan di RW 08 patut dicontoh untuk RW yang lain. Terlihat warganya selalu hidup damai, menanam, memanen dan menikmati hasil tanaman, singkong, cabe, kangung dan tanaman sayuran lainnya,” tambah ia.

Ketua RW 08 Kelurahan Cirendeu, Wakidi menjelaskan, lahan yang tidak terpakai perlu dikelola untuk kemasalahan bersama. Dengan pengelolaan bersama seluruh warga yang ada di lingkungan dapat menikmati hasil panen, berbagai jenis tanaman, pisang, singkong, cabe, dan sayur mayur.

“Alhamdulillah dengan pola seperti ini kita bersama warga selalu berdampingan menaman, dan memanen bersama. Rasanya indah sekali dan yang pasti akan lebih hemat tidak mengeluarkan uang untuk belanja membeli cabe, karena sudah panen sendiri,” tutur Wakidi.

Hidup di kota metrololitan seperti Kota Tangsel, masyarakat perlu lebih kreatif dan inovatif memanfaatkan hal yang ada. Jangankan lahan yang  masih luas membentang, tidak ada lahan pun harus tarus menerus menanam, melalui pot atau hidroponik berbasis air.

“Beruntung masih ada lahan yang bisa untuk bercocok tanam, kami juga memanfaatkan lahan di depan dan samping rumah untuk menanam cabe. Demikian warga yang lain semua melakukan itu sehingga sepanjang jalan di lingkungan kami berbagai jenis tanaman di pinggiran rumah cukup bervariatif,” imbuhnya. (din)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!