Tagih Piutang, BPJS Gandeng Kejari

Diterbitkan  Senin, 04 / 06 / 2018 22:04 - Berita Ini Sudah :  142 Dilihat

SERPONG-BPJS Ketenagakerjaan menekankan tertib administrasi piutang perusahaan sebagai kewajiban membayar iuran ketenagakerjaan setiap bulannya. Pasalnya, banyak perusahaan di Kota Tangsel menunggak pembayarannya.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, BPJS Ketenagekerjaan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel sebagai upaya agar pihak perusahaan mau membayar kewajibannya. Upaya ini dilakukan dan berhasil dengan mengembalikan sedikitnya Rp 370 juta.

Hal ini diungkapkan oleh Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Tangsel, Tri Sumarni. Dia menjelaskan, telah melakukan upaya pemanggilan perusahaan yang menunggak pembayaran BPJS Ketenagakerjaan. Upaya pemanggilan itu berjalan lebih kurang dua pekan sejak kerjasama dilakukan baru-baru ini dengan totalnya Rp 343.461.709 berhasil tertagih.

“Selain tunggakan iuran, ada juga yang mendaftar sebagian dan perusahaan belum daftar, jadi ada tiga katagori,” katanya.

Sedikitnya ada 51 Surat Kuasa Khusus (SKK) dengan total 111 perusahaan upaya untuk melakukan penagihan ataupun upaya saran terhadap perusahaan sesuai aturan memenuhi unsur terdaftar kepada BPJS Ketenagekerjaan, namun belum mendaftarkan. Upaya kerjasama dengan Kejari Tangsel sebagai langkah membantu BPJS dalam penagihan piutang iuran perusahaan yang harus dibayarkan.

“Upaya yang dilakukan ini agar perusahaan melunasi tunggakan pembayaran yang memang harus dibayarkan untuk mengcover karyawannya,” tambahnya.

Perusahaan semestinya juga melihat landasan regulasi BPJS Ketenagakerjaan apabila tidak melunasi. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) terdapat sanksi administrasi, melalui tegusan dari lisan hingga tertulis. Bahkan berujung pada Surat Peringatan ke satu dan ke dua hingga ada pembatasan pelayanan publik jika memang tidak dilakukan pelunasan.

“Kalau untuk sanksi pidananya di pasal 5 ayat 1, ada ancaman pidananya. Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan SP 2,” tegas Tri Sumarni.

Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kota Tangsel, Kunto Baskoro menegaskan, perusahaan yang menunggak bayar iuran dipanggil Kejari. Setelah ada pemanggilan sebagain besar mereka langsung langsung direspon untuk segera diselesaikan.

“Rata-rata tujuh hari sejak dikirim surat dan perusahaan pasti datang untuk dilakukan sidang dan langsung bayar,” tuturnya. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!