Gasak 450 Juta, Pelaku Pecah Kaca diamankan Polsek Ciputat

Diterbitkan  Selasa, 05 / 06 / 2018 21:16 - Berita Ini Sudah :  171 Dilihat

CIPUTAT-Sebanyak empat pelaku pecah kaca mobil berhasil menggasak uang tunai sekitar Rp450 juta dari sebuah mobil yang terparkir di Klinik Obat 24 Jam di Jalan RE Martadinata, RT01 RW08, Cipayung, Ciputat, Tangsel.

Mobil milik Abrar Amir ,40 seorang staf di gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu di pecah kacanya pada 20 Mei 2018 malam. Ketika itu, Abrar tengah membeli sesuatu di Klinik obat tersebut.

Tak seberapa lama, ketika dirinya usai membeli obat di klinik tersebut ketika keluar ternyata didapati kaca pintu mobilnya pecah. Bahkan lebih dari itu, tas berikut uang tunai Rp100 juta serta uang asing 27 ribu USD atau senilai Rp350 juta turut raib dari dalam mobil.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, para pelaku menjalani aksinya hanya dalam hitungan menit. Mereka mencari sasaran secara acak diantara mobil-mobil yang terparkir. Setelah diketahui di dalam mobil ada barang berharga, barulah mereka memecah kaca mobil dengan bantuan obeng dan senter komando yang telah disiapkan.

“Rata-rata waktu yang mereka butuhkan untuk memecah kaca adalah 1 sampai 2 menit. Pecah kaca, ambil, lalu menghilang. Tim mereka beranggotakan empat orang, menggunakan dua unit sepeda motor,” kata AKBP Ferdy Irawan, di Mapolres Tangsel, Selasa (5/6).

Atas kejadian itu, korban pun segera melapor ke kantor polisi. Setelah dilakukan penyelidikan, Polisi akhirnya pada tanggal 2 Juni 2018 berhasil mengidentifikasi para pelaku.

Mereka diketahui, masing-masing bernama Moh Irvan alias Akri ,35 selaku pimpinan kelompok, dan 3 anak buahnya, Adi Buana 28, Fahri Kaya alias Unyil 35 dan Ahmad Amin 34

“Mereka ini residivis, spesialis pecah kaca. Penangkapan terhadap mereka dilakukan di wilayah Jakarta Barat, dari 4 orang tersangka dilakukan tindakan tegas terukur terhadap dua orang ( Akri dan Fahri) karena melawan, ditembak di betis sebelah kanan,” ungkap Ferdy.

Dari pengakuannya, imbuh Ferdy, para pelaku juga beraksi di berbagai wilayah lain di luar Kota Tangsel seperti Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan di Surabaya, Jawa Timur. Setiap kali beroperasi, Akri Cs mempersenjatai diri dengan senjata api organik jenis Revolver dengan 12 butir peluru.

“Dari laporan polisi yang ada, khusus wilayah Tangsel mereka pernah 3 kali beraksi, di Ciputat untuk TKP yang terakhir, dan 2 LP di daerah Serpong. Kemudian diluar itu, di wilayah Tanjung Priok dan wilayah hukum Polwiltabes Surabaya,” imbuh dia.

Petugas menyita berbagai barang bukti dari para pelaku, termasuk sisa uang hasil pencurian berjumlah Rp20 juta. Pengakuan mereka uang tersebut telah habis digunakan untuk bersenang-senang di tempat hiburan malam.

“Sebagian besar uang itu telah habis digunakan untuk poya-poya di tempat hiburan malam,” tukas Ferdy.
Atas perbuatannya, para pelaku pun dijerat Pasal 363 ayat (1) KUHP, tentang Pencurian dengan pemberatan. Mereka terancam hukuman 7 tahun kurungan penjara.(irm)

RILIS. Kapolres Tangsel saat menunjukkan bukti senjata yang digunakan untuk pecah kaca di Ciputat.

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!