PO Bus tak Terpengaruh Mudik

Diterbitkan  Rabu, 06 / 06 / 2018 21:45 - Berita Ini Sudah :  287 Dilihat

SERPONG– Arus mudik lebaran tahun ini tak menguntungkan bagi perusahaan PO bus. Kondisi ini dialami sejak lima tahun terakhir dengan tingkat penurunan hingga 40 persen pada tahun kemarin. PO Bus komersil tak terpengaruh dengan hiruk pikuk arus mudik seperti pada sebelum lima tahun silam.

Ketua Organisasi Kendaraan Darat (Organda) Kota Tangerang Selatan, Yusron Siregar mengungkapkan, kondisi itu disebabkan hadirnya program mudik gratis oleh pemerintah dan perusahaan. Maraknya mobil berbasis jejaring yang disewakan untuk mudik serta banjirnya kendaraan pribadi turut menjadi penyebab turunnya pendapatan PO Bus pada musim mudik tahun ini.

“Masa mudik bagi perusahaan bus bisa dikata biasa-biasa saja. Tak jauh beda dengan hari-hari biasa, karena tidak berpengaruh bagi perusahaan bus,” katanya.

Indikasi perusahan bus kebanjiran penumpang apabila mengerahkan mobil tambahan dalam jumlah banyak. Sementara dapat diprediksi tambahan berkisar satu atau dua unit saja dan dipastikan tidak ada bus pariwisata untuk arus mudik. Biasanya bus pariwisata digunakan setelah lebaran untuk dicarter berwisata.

“Bus mudik Jawa tengah dan Jawa Timur mulai ramai H-7 berbeda dengan Prima jasa arah Selatan umumnya H-4 baru mulai ramai,” tambah ia.

Dikatakan Yusron, PO bus sekarang merasa ditekan. Sebetulnya ini sudah lama terjadi dengan berlakunya tuslah harga  tiket. Tuslah berlaku H-7, khusus ekonomi namun tidak menutup kemungkinan bagi kelas bisnis dan exekutif. Kenaikan Tuslah sendiri bukan memberikan hasil bagi perusahan bus melainkan sebagai upaya antisipasi kerugian lebih besar bagi perusahaan.

“Bukan untuk menaikan keuntungan besar, tapi guna menutup kerugian disebabkan arus mudik membawa penumpang. Sedangkan baliknya kosong (tidak membawa penumpang). Demikian sebaliknya saat arus mudik H+7 penuh dari kota ke daerah kosong. Ini tujuan tuslah diterapkan,” tambah ia.

Di Tangsel sendiri total unit bus reguler mencapai 1.200 unit. Armada bus tersebar di beberapa titik, misalnya PO Rosalia Indah, Kramat Djati, dan Harapan Jaya.  Semua di Ciputat jurusan Jawa Tengah-Jawa Timur.

Selain itu PO Sinar Jaya, Dewi Sri jurusan Tegal, Pemalang, Brebes dan Purwokerto. Biasanya di dekat Samsat BSD. Di bilangan Serpong Utara terdapat juga agen bus jurusan Ponorogo, Madiun, Maospati, Ngawi, Solo, Cilacap, Kebumen dan Yogyakarta.

“Kami yakin semua laik jalan. Perusahan bus sekarang tak mau main-main, karena sudah cukup ketat bahkan Dishub sendiri diberikan kewenangan untuk mengecek termasuk saat di pemberhentian bus seperti di tol. Sewaktu-waktu petugas Dishub mengecek kapan saja sudah ada instruksi dari Kemenhub mengutamakan penumpang,” imbuhnya.

 

Sekretaris Dishub Kota Tangsel, Aplahunajat menyebutkan titik-titik agen bus berjumlah 1.220 unit berdasarkan data tahun lalu. Pihaknya memprediksi tahun ini jumlahnya tidak jauh berbeda. Agen bus di daerah Serpong Utara (sebelah utara BJ Home) memiliki rute Ponorogo, Madiun, Pati, Ngawi, Solo, Cilacap, kebumen, Jogja  dan Jatim. Agen bus daerah BSD (seberang Samsat BSD) memiliki rute Tegal, Pemalang-Pekalongan  dan Purwokerto.

Agen bus daerah Cimanggis Ciputat, memiliki tujuan Ponorogo, Madiun, Maospati, Ngawi, Solo, Cilacap, Kebumen, Yogyakarta, Bandung dan Tasikmalaya (Jateng, Jatim, Jabar). Pool Harapan Jaya Ciputat yaitu rute Tulungagung-Trenggalek-Blitar-Nganjuk-Kediri- Ngawi-Gendingan-Maospati-Dolopo-Madiun-Magetan-surabaya. Pool Rosalia Indah Ciputat yaitu Semarang, Salatiga, Kartosuro, Solo, Madiun,, Kediri, Blitar,Yogyakarta , Kramat Jati, Pamulang, Solo, Salatiga, Yogyakarta, Lampung dan Malang. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!