PDIP Amankan Suara Zaki dan Arief

Diterbitkan  Kamis, 07 / 06 / 2018 20:44 - Berita Ini Sudah :  166 Dilihat

TANGERANG – PDI Perjuangan akan mengawal dan mengamankan suara Ahmed Zaki Iskandar dan Arief R Wismansyah, dalam Pilkada serentak di Kabupaten dan Kota Tangerang.

Demikian dikatakan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Provinsi Banten Ananta Wahana, dalam acara Buka Bersama dan Peringatan Bulan Bung Karno, di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Binong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemaren.

“Sesuai intruksi Bu Megawati, kami harus mengamankan dua Pilkada di Kabupaten dan Kota Tangerang. Artinya, kami harus mengantarkan Zaki menjadi Bupati dan Arief menjadi Walikota,” katanya.

Terkait Buka Bersama dan Peringatan Bulan Bung Karno, menurut Ananta, hal ini sudah menjadi tradisi di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis. “Kami harus menghormati keberagaman, dan prinsip kami juga harus membumikan Pancasila,” katanya.

Lebih jauh Ananta menerangkan, prinsip dari membumikan Pancasila itu adalah senantiasa melakukan amal-amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya banyak cara menghormati dan menghargai keberagaman itu. Salah satunya berdoa dari berbagai lintas agama, yakni Kristen, Budha, Hindu, Konghucu dan Islam di acara buka bersama.

“Sebelum acara ini, pada pagi harinya, kami juga membagi-bagikan sembako kepada warga sekitar. Kemudian disusul dengan buka bersama. Ini bukan sekedar untuk memperkuat keimanan, namun juga memperkuat kebangsaan kami,” terangnya.

Sebelum buka bersama, tausyiah oleh KH Muhammad Ardani sebagai pengasuh Pondok Pesantren  Darul Falahiyah, Cisoka, Kabupaten Tangerang.  Dalam kesempatan itu dibahas tentang ibadah puasa dan Pancasila.

Menurut Kiai Ardani, dalam terminologi Islam ibadah luas sekali. Namun khusus mengenai puasa adalah tradisi yang sudah dilakukan sejak dulu. “Puasa adalah ritual kuno,” ungkapnya.

Puasa juga lanjut dia, tidak hanya dilakukan oleh manusia, namun juga hewan. Dia mencontohkan, ayam betina yang mengerami telurnya skitar 40 hari tidak makan dan tidak minum.

Demikian juga hewan-hewan lain seperti ular dan kepompong. “Pada intinya untuk melahirkan generasi yang kuat dan mencapai derajat takwa yang tingggi kita harus puasa,” katanya.

Kiai Ardani juga menyinggung lahirnya Pancasila adalah karena rintisan para ulama. Karena itu, semua warga sudah saatnya mengikuti dan menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (bud)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!