Pojok Blandongan Pendongeng Keliling


Kepala Daerah Waras

Diterbitkan  Jumat, 29 / 06 / 2018 20:53 - Berita Ini Sudah :  591 Dilihat

Pesta demokrasi bernama Pilkada serentak sudah digelar pada Rabu (27/6/2018) lalu. Kepala daerah di 171 daerah, yakni di 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten, sudah terpilih terkecuali di Kabupaten Nduga dan Pinai, Provinsi Papua.

Sepanjang perhelatan Pilkada itu banyak laku ekspresi di dalamnya.  Misalnya ada pasangan calon yang gembira dan langsung sujud syukur ketika raihan suaranya terbanyak dibanding calon lawan.

Selain itu, ada juga para pendukung pasangan calon yang menggalang aksi cukur rambut hingga botak secara massal, setelah mengetahui jagoannya mengalahkan lawan-lawannya.

Lantas bagaimana dengan pasangan calon yang kalah berikut pendukungnya? Pasti mereka sedih dan kecewa karena kesedihan dan kekecewaan itu sesuatu yang sangat manusiawi. Namun kekalahan itu tidak berakibat pada huru-hara.

Memang harus diakui hingga kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing tingkatan, yakni kota, kabupaten dan provinsi belum menetapkan secara resmi pasangan calon terpilih.

Namun para pemenangnya sudah diketahui, karena masing-masing pasangan calon sudah mengetahui raihan suaranya melalui lembaga survei internal yang tingkat kesalahannya hanya sekitar satu persen.

Artinya ketika nanti KPU menetapkan para pemenanganya tidak akan jauh meleset dari hasil lembaga survei tersebut, mengingat lembaga survei dalam menghitung raihan suara itu dengan rumus dan tanggung jawab ilmiah.

Pertanyaanya sekarang, bagaimana setelah pasangan calon itu terpilih menjadi kepala daerah? Tentu saja mereka harus merealisasikan janji-janji politiknya kepada seluruh rakyatnya.

Mereka juga harus serius mewujudkan visi misinya dalam membangun dan memajukan daerahnya masing-masing serta mesejahterakan rakyatnya, paling tidak dalam lima tahun kedepan.

Namun kekuasaan dan jabatan itu seringkali membutakan banyak penguasa. Penguasa bisa kemaruk, rakus, dan bejat. Tidak heran di negeri ini sudah banyak  kepala daerah yang ditangkap KPK.

Di tengah-tengah banyaknya cobaan sebagai pengusa, hanya kepala daerah yang memiliki hati yang bersih, jiwa yang jernih dan pikiran yang waras saja yang akan selamat dari terkaman KPK.

Nah, daerah-daerah yang memiliki kepala daerah seperti itu sangat beruntung. Sebab, tipe kepala daerah seperti itu bisa diharapkan lebih amanah. Namun jangan tersenyum dulu, karena di abad berantakan ini stok kepala daerah seperti itu, sudah sangat jarang. (*)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!