Perda Pemuda Ditarget Oktober

Diterbitkan  Minggu, 01 / 07 / 2018 23:36 - Berita Ini Sudah :  120 Dilihat

CIPUTAT-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel mendesak Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan rampung di akhir tahun ini. Payung hukum ini sebagai bagian dari Kota Layak Pemuda.

Kepala Dispora Kota Tangsel, E Wiwi Martawijaya menjelaskan, sejak Tangsel dinobatkan sebagai Kota Layak Pemuda oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), maka Pemkot akhirnya berpikir keras karena syarat Kota Layak Pemuda harus diperkuat regulasi. Baik peraturan walikota atau peraturan daerah (Perda), maka akhirnya di 2017 dikeluarkan Perwal tentang Kepemudaan.

“Penegasannya Kota Layak Pemuda harus ada Perwal, sementara saat Tangsel dinobatkan oleh Kemenpora kala itu belum ada sama sekali aturan yang berkenaan dengan pemuda. Akhirnya tahun 2017 kemarin dikeluarkan Perwal tentang kepemudaan karena Ibu Walikota Airin sangat mendukung,” kata Wiwi.

Mantan Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangsel ini begitu semangat untuk mengimplementasikan penghargaan dari Kemenpora.

“Memang sudah semestinya, pemerintah pusat saja perhatian kepada pemuda Tangsel, masa iya Tangsel sendiri tidak peduli. Dibuatnya [erda itulah sebagai bentuk komitmen pemerintah pada pemuda Tangsel,” bebernya.

Draf Perda saat ini ada di tangan dewan tinggal diparipurnakan. Setelah diparipurnakan selanjutnya dikirim ke Gubernur Banten untuk dievaluasi dengan harapan  awal Oktober rampung. Sehingga regulasi yang disusun dewan itu dapat diterapkan. Secara general Perda membahas bagaimana memperdayakan anak muda.

“Lebih mengatur keberadaan anak muda, misalnya memberikan pembinan gagasan, kreativitas dan jiwa wirausaha. Sebetulnya bukan kepada usahanya karena ada dinas-dinas khusus yang membidangi kewirausahaan, tapi Dispora lebih mengarahkan kepada karakter. Lahirnya Perda untuk menjadi cantolan hukum lebih kuat,” tambah ia.

Perda Kepemudaan perlu dukungan dan komitmen baik legislatif dan eksekutif untuk menganggarkan sehingga program kepemudaan berjalan. Arahnya pemuda bukan untuk bekerja pada orang lain, tapi bagaimana pemuda bisa mandiri dan membuka usaha sebagai bentuk kemandirian.

“Harapannya demikian semangat komitmen memajukan pemuda di Tangsel sehingga akan melahirkan program-program pembinaan pemuda menuju kemandirian. Pemuda sebagai agen perubahan, maka setiap kali saya hadir dalam acara kepemudaan selalu sampaikan agar berpikir kritis, berani maju ke depan, jangan di balik layar,”pesannya.

Sekretaris Dispora Kota Tangsel, Chaerudin menambahkan, Kota Tangsel telah memiliki modal, karena dinobatkan dari Kemenpora sebagai bentuk kepercayaan. Tentu kepercayaan itu harus dipegang erat dan dijalankan program-program pembinaan kepemudaan. Sebuah wilayah akan terlihat dua puluh tahun ke depan dari kondisi pemuda saat ini. Jika pemudanya sudah dipersiapkan secara baik, menanamkan karakter kuat pendidikan baik, maka ke depan akan maju.

“Itulah pentingnya pemuda harus dibekali dan diarahkan ke hal positif, penting diberikan wawasan kebangsaan, didorong pada kreativitas, inovasi dan berpikir maju. Pemuda harus didorong dan terus menerus dilatih,” pesannya. (din)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!