Ulama dan Aparat Kelurahan Pamulang Barat Ingatkan Kebersamaan

Diterbitkan  Minggu, 01 / 07 / 2018 23:36 - Berita Ini Sudah :  142 Dilihat

HALAL BI HALAL WARGA PAMULANG: Sejumlah masyarakat Pamulang Barat terlihat menghadiri acara Halal Bi Halal yang diadakan di Pamulang Barat, Pamulang, Kemarin. Halal Bi Halal yang diadakan Nahdatul Ulama Pamulang Barat dan MUI Pamulang Barat dalam rangka menjalin silahtuhrami masyarakat Pamulang Barat.

PAMULANG– Tugas menyatukan perbedaan di tengah masyarakat ada pada tiga simpul, di antaranya ulama, umaro atau pemerintah serta masyarakat itu sendiri. Tanpa ada kesadaran tiga elemen penting itu, maka potensi perpecahan kapan saja bisa mencuat.

Hal itulah yang ditekankan Lurah Pamulang Barat, Supriya saat halal bi halal yang digelar pada Sabtu (30/6) padi di halaman kantor kelurahan. “Maka perlunya mengadakan kegiatan halal bi halal ini untuk mempererat tali silaturahmi. Momen seperti ini karena sangat  penting, bagaimana kami berupaya terus menerus agar ulama di wilayah Kelurahan Pamulang Barat bersama-sama menjaga kebersamaan,” katanya.

Hadir para RT/RW ibu-ibu majelis taklim, tokoh pemuda, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Pamulang Barat, Ranting Nadlathul Ulama (NU) Kelurahan Pamulang Barat, dan jajaran pegawai kelurahan. Acara dimulai dengan pembacaan tahlil secara bersama ditutup dengan doa.

“Selain tujuan silaturahmi dan saling memaafkan kami ingin merekatkan tiga elemen penting agar semakin kompak. Dengan kekompakan akan tercipta rasa saling memiliki, dan melindungi satu dengan yang lain. Menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif itu yang kami harapkan. Pelayanan semakin baik, masyarakat senang, damai dan indah serta masyarakat sejahtera,” tambah Supriyadi.

Ketua NU Ranting Kelurahan Pamulang Barat, Ustad Fauzi Ayatullah menerangkan, peran NU di Kelurahan Pamulang Barat mengajak seluruh elemen bersatu dalam membangun wilayah demi kemajuan pemerintah. Ulama menjadi satu kekuatan penting dalam berjalanya sistem kenegaraan karena memang menjadi perekat antar umat.

“Antara ulama dan umaro berkomunikasi agar dapat menjalin keharmonisan sehingga antara pemerintah dan ulama tidak saling curiga satu dengan yang lain. Selama ini kelurahan dan NU selalu bekerjasama, misalnya membagikan santunan kepada kaum dhuafa,” jelas ia.

Ketua MUI Kelurahan Pamulang Barat, Ustad Ahadi Ahmad Sofyan menjelaskan, bahwa sudah semestinya ulama berperan aktif. Di tengah tahun politik peran ulama amat dibutuhkan guna mereduksi potensi konflik di tengah masyarakat.

“Peran ulama tentunya menjadi pemersatu diharapkan berdiri pada lini manapun bukan pada satu pihak di tahun politik sehingga tidak terjadi priksi-priksi dan bentrokan serta isu-isu dapat ditanggulangi dengan baik,” tukasnya. (din).

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!