Dewan Pertanyakan Dasar Hukum Kembalikan Barang Sitaan


Satpol PP Kembalikan Sitaan Miras Milik Superindo

Diterbitkan  Senin, 02 / 07 / 2018 21:28 - Berita Ini Sudah :  138 Dilihat

SERPONG-Satpol PP Kota Tangsel mengembalikan ratusan botol miras yang telah mereka sita dari Supermarket Superindo yang berada di BSD Plaza beberapa waktu lalu.

“Kita kembalikan karena pihak Superindo sudah membuat surat pernyataan mengenai kebersediaan mereka untuk tidak menjual miras di wilayah Tangsel,” kata Kepala Bidang Penindakan Perundangan-Undangan Satpol PP Kota Tangsel,Senin (2/7).

Menurutnya hal tersebut tidak menyalahi aturan dikarenakan setiap badan usaha atau toko yang sudah memberikan surat pernyataan untuk bersedia menerima hukuman apabila ditemukan lagi pelanggaran serupa. Sehingga pengembalian barang sitaan ini tidak disalahkan.

“Nggak begitu (salah) ini ada ketentuannya. Jadi memang sering begini (barang bukti dikembalikan) waktu itu Alfamart juga seperti itu. Surat pernyataan kan fungsinya mereka mengakui kesalahan, sehingga nanti kalau ditemukan lagi ya bersedia dihukum,” ujar Oki saat dihubungi.

Berbeda dengan toko kelontong biasa, Oki menjelaskan bahwa kebanyakan dari mereka tidak mau menyerahkan surat pernyataan. Sehingga barang bukti yang disita terpaksa dimusnahkan oleh SatpolPP.

“Yang perlu ditegaskan, peraturan ini memang sudah berlaku lama. Jadi tidak ada yang aneh. Soalnya di dalam pernyataan itu mereka berjanji, barang bukti yang dikembalikan akan dikirim ke suplier. Itu jelas ya,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Tangsel, Saprudin, mempertanyakan dasar hukum pengembalian barang sitaan tersebut. “Saya akan evaluasi terkait masalah ini, kenapa pihak satpol pp mengembalikannya,”Tanya Saprudin.

Jika, satpol pp sudah melakukan penyitaan barang, maka perusahaan tersebut sudah melanggar hukum, dan didalamnya ada pelanggaran perda, kenapa dikembalikan tanpa adanya proses hukum terlebih dahulu.

“Penyitaan itu dilakukan bertujuan untuk barang bukti, boleh dikembalikan, namun harus ada tipiring dulu, apakah di perda kita ada aturannya barang yang disita harus dikembalikan, jika tidak ini perlu dipertanyakan,”jelasnya.

Ketika Satpol PP menganggap bahwa perusahaan atau management perusahaan tersebut baru dan baru melakukan kesalahan karena ketidak tahuannya, “Saya mempertanyakan Superindo itu berdiri sejak sebelum tangsel berdiri, perusahaan itu sudah lama, seharusnya jika memang mereka tidak tahu, bukan dilakukan penyitaan saat itu, melainkan surat teguran dan bikin surat pernyataan, dan barangnya jangan diambil. Jika sudah diambil dan disita berarti miras tersebut sebagai barang bukti, superindo sudah melanggar hukum perda yang ada di Tangsel, seharusnya ditindak dulu, dari proses tindak apakah nanti hasilnya dikembalikan atau dimusnahkan, ketahuan,”ungkapnya.

Jadi menurutnya, pengembalian barang bukti yang sudah disita satpol pp tersebut tidak tepat, jika dikembalikan harus ada proses terlebih dahulu, jika ingin memberikan peringatan sebelumnya jangan disita.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!