Bebaskan Lahan Warga untuk Revitalisasi


Pasar Ciputat Dikucur Rp 56 M

Diterbitkan  Selasa, 03 / 07 / 2018 23:13 - Berita Ini Sudah :  266 Dilihat

CIPUTAT-Pemkot Tangsel mengucurkan Rp 56 miliar untuk Pasar Ciputat. Anggaran itu untuk membebaskan lahan guna penataan dan revitalisasi pasar tradisional tersebut.

Ada sekitar 135 bidang tanah yang akan dibebaskan. Sebelum dibebaskan, petugas dari Dinas Kawasan Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel melakukan pematokan, kemarin.

Sebanyak 5 petugas dari Disperkimta melakukan pematokan tanah dengan menggunakan pilok untuk membedakan batas rumah warga satu dengan lainnya.

Pematokan ini sudah berlangsung, dimulai dari blok terminal terdapat 42 bidang tanah yang sudah dilakukan pemasangan tanda atau pematokan oleh petugas yang disaksikan oleh pemilik rumah dan di blok musholla sebanyak 48 bidang, sisanya akan dilakukan sebelum 20 Juli mendatang.

Kepala Bidang Pengadaan Tanah Disperkimta Kota Tangsel, Rizkiyah menjelaskan, pemasangan tanda batas bidang dilakukan dalam proses penataan atau revitalisasi Pasar Ciputat.

“Pemerintah Kota Tangsel akan melakukan revitalisasi dengan memperluas lahan yang ada di Pasar Ciputat, untuk itu Bidang Pengadaan Tanah melakukan proses pematokan batas bidang milik warga,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, dalam proses pemasangan tanda batas bidang dilakukan langsung oleh petugas dan disaksikan langsung oleh pemilik bangunan. “Rencananya akan ada pembebasan lahan yang dilakukan di kawasan Pasar Ciputat, untuk itu kami melakukan proses tahapan awal dengan melakukan pematokan bidang tanah yang disaksikan langsung oleh pemilik bangunan atau rumah,”jelasnya.

Untuk di kawasan Ciputat sendiri, ada 135 bidang tanah yang akan dilakukan pematokan. Dalam proses pemasangan tanda batas atau pematokan tanah ini, tidak ada kendala, karena sebelumnya Disperkimta melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

“Sebelum proses pembebasan lahan dilakukan, pemkot sudah melakukan tahapan-tahapan baik sosialisasi, dan sekarang pemasangan tanda batas, selesai pemasangan tanda batas, Pemkot akan melakukan pengukuran, setelah ini akan ada Tim Apprasial yang akan mengidentifikasi dan pengumuman nominal hasil inventarisasi bidang tanah. Dan Alhamdulillah semua berjalan lancer. Untuk tahun ini, Pemkot menganggarkan sebesar 56 miliar rupiah untuk proses pembebasan lahan ini,” terang Rizkiyah.

Ketua RW 09 Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Cecep Supriatna menjelaskan, warga sangat mendukung rencana revitalisasi pasar dengan melakukan pembebasan lahan. “Warga mendukung, dan berharap nilai yang akan diberikan berkeadilan untuk warga yang terkena pembebasan lahan,”ungkapnya.

Dengan adanya revitalisasi pasar, warga berharap diprioritaskan bisa mengambil kios di pasar. Karena selama ini warga sekitar hanya berdagang di depan rumah mereka, tanpa bisa membeli kios.

“Untuk di RW 09 sendiri, sebanyak 42 batas bidang yang sudah dipatokan oleh petugas bersama warga,” terangnya.

Sementara, warga RW 08 Kelurahan Ciputat, Fauzi menjelaskan, dirinya sudah tinggal di kawasan Pasar Ciputat sejak  1997 dengan membeli tanah seharga Rp 150 juta untuk luas 156 meter per segi.

“Saya sudah lama tinggal di sini, waktu beli tanah ini 150 juta rupiah, namun sayangnya sampai saat ini bangunan yang saya tempati belum mempunyai sertifikat SHM, kami hanya mempunyai surat pelepasan hak (SPH), untuk bukti pemilikan rumah kami ini,”ungkapnya.

Saat ditanya, kapan proses pembebasan lahan dilakukan, Fauzi mengungkapkan, rencananya pembebasan lahan akan dilaksanakan pada Agustus mendatang. “Saya sih berharap nilai yang didapat berprikemanusiaan,” pungkasnya. (irm)

 

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!