DLH Tertibkan TPS Liar di Pondok Benda

Diterbitkan  Rabu, 04 / 07 / 2018 21:46 - Berita Ini Sudah :  185 Dilihat

PENERTIBAN SAMPAH LIAR: Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan terlihat mengangkut sampah dengan menggunakan alat berat di Tempat pembungan sampah (TPS) liar di Pamulang, Rabu (4/7). Pengangkutan sampah tersebut adanya aduan dari masyarakat di kompek Cendana Residen banyaknya binatang lalat dan merasa terganggunya dengan bau sampah yang di sebabkan oleh adanya penumpukan sampah di tempat pembungan sampah liar.

PAMULANG-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tertibkan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Jalan Perintis II, Pondok Benda Barat, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang.

Sebelumnya,  warga Perumahan Cendana Residence mengadukan permasalahan sampah di TPS tersebut. Sebab,  TPS tersebut sangat menganggu warga sekitar.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Rastra Yudhatama mengatakan,  tiga tahun lalu TPS tersebut sudah dibersihkan oleh DLH Kota Tangsel. Sampah yang dibersihkan mencapai ratusan rit. “Pernah kita bersihkan total. Tapi  sekarang muncul lagi,” kata Yuda saat ditemui di TPS liar tersebut,  Kecamatan Pamulang,  Rabu (4/7).

Dalam penertiban tersebut,  DLH Kota Tangsel membersihkan sampah sebanyak 10 pick up. Selanjutnya, kata Yuda sapaan akrab Rastra Yudhatama,  sampah akan dialihkan diluar Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  Cipeucang. Sebab, menurut dia,  TPA tersebut tidak mampu menampung sampah dengan jumlah itu.

“Kita akan lakukan opsi buang ke luar. Kalau di Cipeucang kondisi sangat memprihatinkan, takutnya kalau di TPA semua nanti longsor,” ujarnya.

Dalam kasus ini,  ia menjelaskan, jika DLH Kota Tangsel hanya membina. Sebab,  TPS tersebut merupakan milik warga.  Oleh sebab itu,  Yuda pun mengimbau,  agar warga Cendana Residence dengan pengelola dilakukan secara musyawarah dengan didampingi pihak kelurahan.

“Selanjutnya dirembug dan diketahui oleh kelurahan kalau enggak bisa ditingkat kecamatan. Yang dekat kurap (perbatasan antara TPS dengan Perumahan Cendana Residence)  kita keruk dahulu. Itu memang pembuangan liar,  kalau hukum itu kewenangan Satpol PP.  Kita sudah melakukan pembinaan soal sampah,” ungkapnya.

Untuk menertibkan sampah,  lanjutnya,  DLH akan memberikan amrol di wilayah tersebut.  Agar warga tidak lagi membuang sampah sembarang. Bahkan sampai menggangu warga lain.

“Karena sampah menajdi tupoksi DLH, kami berikan amrol.  Intinya masalah kebersihan baik lingkungan maupun jalanan sudah menjadi tanggungjawab kami. Kalau ada laporan terkait sampah bisa dilaporkan. Tapi, kalau permasalahan sampah terkait warga sebaiknya diselesaikan dahulu ditingkat kelurahan atau kecamatan, bisa dibicirakan per wilayah,” tambahnya.

Salah seorang warga Cendana Residence  M. Ruqni Assegaf mengungkapkan, sebelumnya di 2008 sudah melakukan musyawarah dengan pengelola TPS tersebut dan audah ada kesepakatan, bahwa pengelolaan sampah tidak akan mengganggu warga sekitar. Namun,  setelah 2010 sampah mulai mengganggu kembalu.

“Pernah diskusi dan sudah aman. Tapi, sejak 2018, sampah menggangu lagi.  Setiap hari lalat yang berasal dari tumpukan sampah itu ada dirunah warga, pikirnya udah beres. Apalagi kalau hujan baunya sampai ke sini,  belum lagi kalau lagi dibakar asapnya juga lari kesini. Takutnya kalau enggak dibiasakan jadi tambah parah,” bebernya.

Sementara itu,  Pengelola TPS liar di Kelurahan Pondok Benda, Karnadi (68) pun membenarkan jika TPS tersebut pernah ditertibkan oleh DLH Kota Tangsel. Namun,  karena terpaksa warga membuang sampah di lokasi itu.

“Pembuangan sampah selama lebaran kepepet, rencananya nanti akan kita rapihin. Dulu pernah diangkat oleh Pemda. Saya bisa menghentikan untuk area yang disebelah sini,” katanya.

Ditambahkannya,  sebagai solusi keluhan warga Perumahan Residence,  dirinya mau melakukan perjanjian di atas materai. Jika, dirinya masih membudayakan TPS liar tersebut siap berurusan dengan hukum.

“Kalau memang ada pelarangan saya harus menaatinya. Intinya setelah diselesaikan ini saya tidak akan membuang sampah di sini.  Kalau sudah menandatangi surat pernyataan hitam diatas putih, saya bertanggungjawab. Jika melanggar ada sanksi hukum,  saya siap,” pungkasnya.(irm)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!