Panwas Sebut Masih Banyak Pemilih Nyasar

Diterbitkan  Kamis, 05 / 07 / 2018 22:48 - Berita Ini Sudah :  144 Dilihat

SERPONG– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan bersama dengan Panitia Pengawas Pemiliu (Panwaslu) Kota Tangsel serta perwakilan partai politik dan organisasi masyarakat tengah melakukan pencermatan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Pencermatan ini dilakukan sebelum nantinya ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP).

Dalam proses pencermatan yang dilakukan di Sekretariat KPU Kota Tangsel, BSD, Serpong, kemarin, Panwaslu Kota Tangsel menyebutkan bahwa masih banyak data pemilih nyasar yang terdaftar di DPS. Oleh karenanya perlu dilakukan perbaikan.

Anggota Panwaslu Kota Tangsel Ahmad Jajuli, mengatakan, jumlahnya lebih dari seribu, sehingga memang diperlukan perbaikan untuk data pemilih nyasar.

Mengenai data pemilih nyasar tersebut, Jajuli memberi contoh seperti ada pemilih yang beralamat di Kelurahan Ciater Serpong, tetapi dalam DPS justru terdaftar di Serpong Utara. “Itu satu contoh kasus saja, tetapi cukup banyak jumlah data pemilih sementara iini, sehingga kami rekomendasikan ke KPU agar segera diperbaiki,” ungkapnya.

Tidak hanya soal pemilih nyasar, Jajuli juga menyebutkan ada sekitar lima ribu penduduk Tangsel belum memiliki KTP elektronik. Padahal persyaratan utama untuk mendapatkan hak pilih ialah harus sudah memiliki KTP elektronik.

“Ada lebih dari lima ribu yang belum terdaftar KTP elektronik dan untuk ini kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) agar lima ribu orang ini segera memiliki KTP elektronik, karena jangan sampai mereka kehilangan hak politiknya di 2019 nanti,” ungkapnya.

Jajuli juga mengatakan agar KPU Kota Tangsel pun jemput bola lantaran masih ada masyarakat belum terdaftar di DPS. “Kami juga meminta KPU jemput bola, jangan sampai ada yang tidak terdata pada Pemilu,” ungkapnya.

Anggota KPU Kota Tangsel, Divisi Data dan Informasi, Ajat Sudrajat mengatakan, mengenai pemilih nyasar tersebut, KPU membutuhkan data temuan dari Panwaslu Kota Tangsel itu untuk mengkrosceknya.

“Kami belum menerima data otentik dari Panwaslu mengenai pemilih nyasar ini seperti apa, sehingga belum bisa kami tindaklanjuti. Nanti setelah kami pegang datanya, maka petugas akan turun ke lapangan untuk mengkroscek dan memperbaiki,” ungkapnya.

Ajat juga mengatakan, selama proses perbaikan, sudah ada sebanyak 200 data pemilih baru yang terdaftar setelah DPS ditetapkan beberapa waktu lalu.

“Belum lama ini sudah terinput sebanyak 200 data yang terdaftar baru, setelah DPS ditetapkan beberapa waktu lalu dan KPU akan terus bekerja hingga nanti diplenokan menjadi DPSHP,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!