Pemkot Kelola Sampah Jadi Pembangkit Listrik

Diterbitkan  Kamis, 05 / 07 / 2018 22:56 - Berita Ini Sudah :  215 Dilihat

PAMULANG-Sampah di Kota Tangsel bakal dimanfaatkan menjadi sumber energi. Salah satunya dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Niatan Pemkot cukup serius. Kemarin, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie membahas PLTS bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta.

“Kita membahas mengenai rencana PLTS bersama DPD RI, terkait kesiapan dan progress dari Feasibility Study (FS) serta apa saja yang harus dilakukan setelah proses pra FS menuju perbaikan FS ini,”ungkap Benyamin Davnie.

Dalam pra FS ini diketahui daya tampung sampah untuk PLTS mencapai 1.000 ton per harinya, dengan Listrik 15 megawatt.

Pria akrab disapa Bang Ben ini menambahkan, rencananya PLTS ini targetnya dioperasikan pada 2019 mendatang. Sehingga tahun ini akan diupayakan pemenuhan persyaratannya. Misalnya, pihak ketiga sebagai investor yang akan membantu pembiayaan yang dibutuhkan.

“Ada dua ketentuan yang nantinya jadi dasar pengaturan PLTS ini. Yang pertama ada MoU bahwa PLN akan membeli listrik dari PLTS ini dari pihak ke tiga, harganya 13,5 sen per KWH USD,” ungkapnya.

Yang kedua, mengatur tiping fee yang diatur oleh pemerintah daerah. Rencananya tipping fee ini bisa dibantu oleh APBN. Dengan begini keberhasilan PLTS bisa terjamin.

Benyamin menambahkan, saat ini Pemkot Tangsel sedang berupaya menertibkan tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang di Kecamatan Serpong, yang direncanakan sebagai lokasi PLTS. Sedikitnya membutuhkan lahan dua hektar untuk proyek besar ini.

Kota Tangsel sendiri menjadi salah satu daerah yang akan menyusul keberhasilan proyek PLTS di beberapa daerah. Misalnya, Denpasar, Solo dan Makassar. Sementara untuk Banten baru Kota Tangsel dan Kota Tangerang saja yang baru mengusulkan.

“Setelah ini, kami berusaha agar prosesnya bisa lebih dipercepat. Supaya target operasi bisa tercapai,” singkatnya.

 

Ada 9 Negara yang sudah mengajukan kerjasama untuk menjadi pihak ketiga. “Yang mengajukan, Korea, Taiwan, Singapore, Jepang, Cina dan lainnya,” bebernya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Toto Sudarto, menjelaskan, pihaknya sedang melakukan perbaikan FS. “Kita melakukan konsultasi ke Bappenas, dan dengan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (PPIP) terkait PLTS ini.  Kita sudah punya pra FS, sekarang dalam proses perlengkapan FS, dan setelah itu market sounding dan lainnya,”ungkapnya.

Biaya untuk menyusun FS sebesar Rp 5 miliar sehingga FS ini dikerjakan oleh pihak ketiga. “Untuk proses FS ini diharapkan dua bulan selesai, setelah itu langkah-langkah selanjutnya akan kita lakukan, sehingga di 2019 bisa terlaksana,”katanya.

Keuntungan dengan PLTS ini, sampah di Tangsel akan bersih. “Insy Allah Tangsel bersih dari sampah, dan hasil dari PLTS ini berupa tenaga listrik dapat dibeli oleh PLN, “jelasnya. (irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!