Kepala Dinas Pendidikan Temui Ratusan Orangtua Siswa di Posko Pengaduan


PPDB Online SMP Kacau-balau

Diterbitkan  Kamis, 05 / 07 / 2018 22:58 - Berita Ini Sudah :  284 Dilihat

PPDB TANGSEL MASIH TERKENDALA: Kepala Dinas Pendidikan Taryono memberikan penjelasan kepada orang tua siswa dan siswi yang yang mengalami kendala saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di SMP negeri 8 Kota Tangerang Selatan, Serpong, Kamis (5/7). Orang Tua siswa dan siswi banyak yang mengeluhkan karena server PPDB masih banyak yang terkendala

SETUElvi Sukaesih kaget bukan kepalang. Nama anaknya tak terdaftar di dua dari tiga SMP Negeri yang didaftarkan secara online. Dari rumahnya di kawasan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, dia bergegas mendatangi Posko Pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online.

Sesampainya di Posko Pengaduan di SMPN 8 Kota Tangsel, Puspiptek, Kecamatan Setu, pagi hari, Elvi langsung bergabung bersama ratusan orangtua murid lainnya dari  berbagai wilayah di Kota Tangsel. Mereka datang untuk mengeluhkan kacaunya PPDB Online.

“Saya sudah daftar online, tapi yang ke print cuma satu pilihan. Padahal, saya bikin tiga pilihan yaitu SMPN 17, SMPN 4 dan SMPN 18. Tapi, yang ke print cuma SMPN 4 saja,” kata Elvi Sukaesih.

Selain masalah sekolah pilihan, Elvi pun mengatakan, dalam pendaftaran PPDB Online, dirinya mengalami kendala terkait nilai. Dimana nilai yang dicetak sebelumnya berbeda dengan yang keluar.

“Terus pas saya ngeprint di warnet kemarin berbeda nomor pendaftarannya. Tadi saya ke posko di SMPN 17 di print-nya berbeda, ini juga zona dalam,” bebernya.

Dirinya pun berharap dengan sisa waktu yang masih dua hari ini, perbaikan sudah bisa dilakukan oleh tim IT. Sehingga tidak membuat khawatir siswa dan wali siswa yang sedang mendaftarkan anaknya. “Waktunya juga sudah mepet. Yang ditakutkan, kalau waktunya sudah habis dan belum terdaftar gimana,” ucapnya.

Orangtua murid lainnya, Margaret menambahkan, saat melakukan pendaftaran PPDB online tersebut data sekolah tidak ada didaftar online. Saat mengisi data, pilihan sekolah hanya satu yaitu SMPN 11. “Pas masukin pilihan sekolah, hanya ada satu. Seharunya kan ada tiga pilihan SMPN karena zona dalam,” ucapnya.

Ratusan wali murid yang mendatangi Posko Pengaduan di SMPN 8 Kota Tangsel, Kecamatan Setu ini masing-masing mengeluhkan permasalahan yang berbeda-beda.

Salah satu orangtua murid lainnya, Ikhsan mengaku sudah berhasil mendaftarkan anaknya, dan  mendapatkan bukti pendaftaran. Namun saat dicek di daftar nama peserta di SMP tujuan, nama anaknya tidak tertera di sana. “Setelah dicek di daftar sekolah, namanya tidak ada,” ujarnya

Ikhsan mengaku sudah mendatangi SMPN 8 atau posko 3 PPDB ini sejak pagi, sampai pukul 14.00 WIB, kendalanya masih diproses.

Ratusan wali murid itu pun menumpahkan keluhan mereka kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono. Mantan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) ini hadir di lokasi untuk membantu menenangkan warga dengan menjawab keluhan mereka. “Insya Allah hari ini selesai semua permasalahannya,” ujarnya menggunakan toa menenangkan para wali murid yang mengerubunginya di depan taman.

Namun sejumlah orang tua murid terus saja berbicara mengeluhkan kendalanya, meski Taryono terlihat kewalahan meladeni keluhan yang berbeda-beda itu.

Para wali murid pun pada akhirnya dibagi ke beberapa kelompok untuk selanjutnya didaftarkan berdasarkan nama, tujuan sekolah, permasalahan dan sejumlah data lainnya.

Selanjutnya petugas teknisi akan membantu menangani kendala dan menjadi operator mendaftarkan kembali berdasarkan nama dan sejumlah data yang diserahkan sebelumnya.

“Untuk sementara memang ada beberapa kendala. Misalnya data dan proses cetak yang tidak sesuai. Itu kita tampung. Kalau memang orang tua tidak bisa langsung mendaftarkan melalui website yang ada, kami akan daftarkan,” kata Taryono.

Untuk memperlancar proses PPDB, pendaftar menuliskan data yang berisikan, nama orang tua, nomor Hp, nama siswa, nomor USBN, nomor daftar, NIK siswa, sekolah pilihan dan kendala yang dikeluhkan. Nantinya, data tersebut akan diriset dan dimasukan ke sistem PPDB online oleh tim IT dan Dindikbud.

 

Taryono pun memastikan jika orangtua murid yang sudah menuliskan kendala tersebut akan didaftarkan dan langsung selesai. “Saya pastikan, semua akan terdaftar. Semua berkas dan bukti permasalahan diserahkan kepada kita. Bahkan di sini, saya akan bekerja sebagai operator  juga untuk mendaftarkan,” pungkasnya.(irm)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!