RSU Tangsel Fokus Penilaian Akreditasi Paripurna

Diterbitkan  Kamis, 05 / 07 / 2018 22:46 - Berita Ini Sudah :  191 Dilihat

PENILAIAN. Tim akreditasi Paripurna melakukan penilaian di RSU Tangsel, Kemarin.

PAMULANG-Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerima tim penilaian akreditasi Josephat Suwanta Sunarya di RSU Tangsel, Kamis (5/7).

Penilaian akreditasi ini terfokus pada dua bab pelayanan terkait dengan fasilitas yang dimiliki RSU Tangsel.

“Ini merupakan akreditasi paripurna dua bab terakhir. Yaitu MPO (Manajeman Pelayanan Obat) dan MPK (Manajemen pelayanan keamanan). Penilaian ini merupakan lanjutan dari penilaian sebelumnya,”katanya Direktur RSU Kota Tangsel Suhara Manulang.

Menurutnya, ada sembilan bab yang harus dinilai terkait pemenuhan akreditasi ini. Sebelumnya tim penilai sudah mengakreditasi tujuh bab lain pada tahun lalu. Sementara dua lainnya saat ini sedang dilakukan penialaian.

“Penilaian ini menjadi tolak ukur tipe RSU yang rencananya akan ditingkatkan menjadi tipe B. Karena saat ini, RSU Kota Tangsel masih berada di tipe C,” ujarnya.

Jika sudah masuk Tipe B, nantinya RSU bisa merekrut dokter-dokter muda yang sedang melakukan koas. Dengan begitu pelayanan akan semakin maksimal karena tim kesehatan akan bertambah.

Hadir dalam proses penilaian, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie berharap bahwa pemeriksaan ini bisa berlangsung kondusif. Sehingga, RSU dapat meyakinkan masyarakat bahwa fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Tangsel bisa dipercaya.

“Karena ini lanjutan saya optimis, penilaian ini akan berlangsung dengan baik. Kalau tidak salah kami harus menunggu sampai 3 minggu untuk mendapatkan hasilnya. Tapi melihat apa yang dinilai, kami optimis,” ujarnya.

Benyamin pun mengucapakan selamat datang kepada tim survey komisi akreditasi rumah sakit dari kementerian kesehatan republik indonesia. saya berharap kehadiran bapak ibu disini memberikan hal yang positif bagi rumah sakit umum kota Tangsel.

“kita ketahui bersama bahwa saat ini masyarakat semakin sadar untuk memilih layanan kesehatan yang baik. beberapa contohnya adalah masyarakat saat ini tidak sungkan lagi untuk mempertanyakan alternatif perawatan yang akan mereka terima sesuai dengan kondisi keuangan mereka saat ini. mereka juga tidak sungkan lagi untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kegunaan dan efek samping obat yang diresepkan dokter kepada mereka.

masyarakat juga mulai kritis mempertanyakan apakah alat kedokteran yang digunakan untuk memeriksa mereka sudah steril atau belum. bahkan tidak sedikit orang yang ingin melihat proses sterilisasi tersebut.”jelasnya.

Bahkan, bila ada pelayanan yang dirasa kurang memuaskan, masyarakat saat ini tidak malas lagi menegur staf medis yang bersangkutan. singkatnya masyarakat mau yang terbaik untuk diri mereka sesuai kondisi mereka saat ini.

Untuk menghadapi dinamika masyarakat sedemikian rupa, pemerintah melalui kementerian kesehatan,  mewajibkan dilaksanakannya akreditasi rumah sakit dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit di indonesia.

Akreditasi mengandung arti suatu pengakuan yang diberikan pemerintah kepada rumah sakit karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. rumah sakit yang telah terakreditasi, mendapat pengakuan dari pemerintah bahwa semua hal yang ada di dalamnya sudah sesuai dengan standar. sarana dan prasarana yang dimiliki rumah sakit, sudah sesuai standar. prosedur yang dilakukan kepada pasienpun juga sudah sesuai dengan standar.

“Kami pemerintah kota terus berupaya meningkatkan pelayanan dalam bidang kesehatan.  pelayanan pembangunan pada bidang kesehatan merupakan komitmen pemerintah kota tangerang selatan dalam mencapai visi dan misi kota tangerang selatan pada rpjmd tahap ii (2016 – 2021). kota tangerang selatan pada bidang kesehatan sudah terdapat faslitas kesehatan 29 puskesmas (22 puskesmas rawat inap, 7 puskesmas rawat jalan) dan 1 rumah sakit umum. dari 29 puskesmas sudah terakreditasi 13 puskesmas ( 5 puskesmas terakreditasi dasar, 7 puskesmas terakreditasi madya, dan 1 puskesmas terkareditasi utama),”singkatnya.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengungkapkan, RSU Tangsel sesuai amanat permendagri nomor 61 tahun 2007 sejak januari 2016 sudah menerapkan penatakelolaan keuangan (pkk) blud, dan alhamdullilah dalam rangka pengembangan pelayanan kesehatan, gedung ii rsu sudah selesai dibangun serta sudah launching pada tanggal 28 juni 2018 lalu. perencanaan selanjutnya akan dibangun lagi gedung iii rsu yang dimulai pada tahun 2018 ini.

“Harapan kami , dengan kehadiran bapak ibu tim  survey komisi akreditasi rumah sakit kementerian kesehatan, RSU Tangsel mendapat penilaian yang baik yaitu terakreditasi paripurna, sehingga nantinya akan memberikan dampak positif yang luas seperti; kemudahan akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dapat memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit, sdm rumah sakit. Dapat meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit,”katanya.(irm)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!