Razia Penghuni Kontrakan di Pamulang

Diterbitkan  Jumat, 06 / 07 / 2018 22:18 - Berita Ini Sudah :  157 Dilihat

PAMULANG-Pemkot Tangsel terus berupaya mengantisipasi keberadaan para pendatang baru pasca Lebaran. Aparat di kelurahan terjun ke kontrakan atau kos-kosan untuk mendata para pendatang.

Seperti dilakukan aparat Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang bersama petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, kemarin, menelusiri rumah kos-kosan dan kontrakan.

Kasi Kependudukan Disdukcapil Kota Tangsel, Diana Ermayanti menyampaikan, uji petik yustisi sebagai upaya mengantisipasi lonjakan pendatang setelah Lebaran, sasaranya penduduk non permanen yang tidak ber-KTP Tangsel. Perlu dilakukan pendataan kependudukan terutama di kontrakan-kontrakan yang berpotensi keluarga membawa sanak family, namun masih ber-KTP asal daerah masing-masing.

“Kegiatan operasi yustisi ini sebagai uji petik kami di Kelurahan Pamulang Barat. Nanti jumlahnya dikumpulkan untuk mengetahui se-Tangsel berapa lonjakan penduduk setelah Lebaran tahun ini. Kegiatan ini dilakukans ecara rutin setiap usai Lebaran,” katanya.

Saat ini juga Disdukcapil tengah menunggu laporan dari 54 kelurahan hasil pendataan kependudukan per Juli ini. Hal ini sesuai dengan kebijakan baru, yang mengharuskan data kependudukan didata per enam bulan sekali.  Namun hingga kini belum ada satupun kelurahan yang melaporkan, untuk itu Disdukcapil masih menunggu.

“Pendataan bukan hanya setelah Lebaran, tapi adanya aturan baru setahun dua kali mendata warga per kelurahan, dari kelurahan per RT harus mendata secara lengkap,” tambah Diana.

Jumlah penduduk Tangsel di 2017 hingga Juli 2018, sebanyak 1,4 juta jiwa. Dipastikan ada peningkatan. Hanya saja belum diketahui berapa persen peningkatan. Indikator yang jelas, sebut Diana, jalanan semakin hari semakin macet. “Pasti ada peningkatan, buktinya jalan semakin padat. Soal besarnya kita tunggu lapora keseluruhan akhir Juli ini,” tutur ia.

Sekretaris Kecamatan Pamulang, Hamdani yang ikut dalam operasi yustisi di wilayah RT3/5 Gang Asem Kelurahan Pamulang Barat, meminta kepada pengontrak setibanya di Kota Tangsel supaya cepat melaporkan kepada RT/RW supaya diketahui. Jika memang akan tinggal lama, sebaiknya pindah data supaya ber KTP Tangsel agar seluruh fasilitas pemerintah dapat dinikmati.

Hamdani menambahkan, kegiatan ini juga sebagai upaya mengantisipasi keamanan wilayah. Diminta seluruh warga yang ada di lingkungan tetap saling mengontrol dan menjaga agar kondisi aman tidak ada hal-hal yang tidak dinginkan.

Lurah Pamulang Barat, Supriyadi mengaku dirinya melihat kondisi di lapangan tahun ini, pendatang jumlahnya tidak signifikan, jika dibanding tahun sebelumnya. Ada indikasi mungkin saja kota-kota di berbagai wilayah menjadi tujuan masyarakat sehingga ada pemerataan tidak semua ke Jakarta salah satunya Tangsel menjadi tujuan.

“Tahun ini tidak terlalu signifikan para pendatang mungkin saja daerah-daerah yang lain sudah berkembang seiring dengan program pemerintah. Pendatang tetap ada namun jumlahnya tidak begitu besar,” kata mantan Kasi Kesos Kecamatan Pamulang ini.

Kasem (50) ,asal Purbalingga Jawa Tengah mengaku baru sepekan tinggal di kontrakan RT3/5 Pamulang Barat. Dia ikut sang suaminya, Nawireja (53) yang berprofesi narik becak.

Kasem mengaku sudah lapor ke RT setempat oleh sang suami. “Saya baru Pak, seminggu tinggal di sini ikut suami. Asal saya dari Jawa Tengah, masih ber KTP daerah. Tapi suami sudah laporan kepada Pak  RT,” tuturnya. (din)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!