15 Ribu Warga Kunjungi Lebaran Betawi, Walikota Tangsel Apresiasi

Diterbitkan  Minggu, 08 / 07 / 2018 23:00 - Berita Ini Sudah :  182 Dilihat

PONDOK AREN, Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ramai mengunjungi gelaran budaya Lebaran Betawi Tangerang Selatan 2018 yang diselenggarakan di Jalan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren. Per harinya ditengarai sebanyak 6000 warga mengunjungi ajang budaya tersebut.

Meningkatnya jumlah pengunjung di acara Lebaran Betawi yang berlangsung sejak 6 Juli hingga 8 Juli ini diapresiasi oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Walikota Airin Rachmi Diany mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Betawi Tangerang Selatan (Tangsel) 2018 yang diselenggarakan oleh Lingkar Masyarakat Berbudaya Betawi Tangerang Selatan (LIMA BETA).

“Saya ucapkan selamat dan sukses dan berterimakasih khususnya kepada keluarga besar LIMA BETA yang tidak henti-hentinya setiap tahun berusaha berupaya untuk selalu mengadakan kegiatan lebaran betawi, dan tidak terasa ini adalah tahun keempat,” ujarnya.

Bagi Airin, LIMA BETA telah membantu dirinya sebagai walikota dan jajaran pemerintah kota untuk terus meningkatkan budaya dan juga potensi pariwisata di Kota Tangsel melalui acara Festival Lebaran Betawi Tangsel.

“Baik pariwisata dalam budaya, UKM, maupun juga untuk tujuan akhirnya adalah peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Saya tahu persis bagaimana ide ini muncul dan ada, kita harus mendorong anak-anak kita, anak-anak muda kita, untuk melakukan aktivitas kegiatan dalam hal yang positif,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Agus Budi Darmawan, mengungkapkan, Lebaran Betawi Tangsel tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu, terutama jumlah pengunjung. “Tahun ini sebanyak 15 ribu hadir, seharinya bahkan mencapai 6 ribu orang. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Bahkan yang membedahkan tahun ini dengan tahun lalu, ada proses hantaran. “Tahun lalu hantaran diikuti satu kecamatan, tahun ini melibatkan empat kecamatan,” jelasnya.

Lebaran Betawi keempat, yang membedakan yakni acara spesial Kongkow Budaya dan Hantaran. Dua kegiatan ini menjadi andalan kegiatan yang sudah digelar sejak 2015 silam ini. “Kongkow ini yang membedakan Lebaran Betawi sebelumnya dengan Lebaran Betawi tahun ini,”ungkap panitia Festival Lebaran Betawi, Rudy.

Sementara untuk membahas soal kelangsungan budaya di Kota Tangsel, khususnya budaya Betawi, para calon anggota legislatif (caleg) duduk bareng untuk berbicara soal budaya.

“Jika memang nanti mereka terpilih, maka ada yang sudah dititipkan kepada mereka untuk betul-betul melestarikan seni dan Budaya Betawi agar diperjuangkan di legislatif,” tandasnya.

Sedangkan acara unggulan lainnya, yakni Hantaran bakal melibatkan perwakilan dari kecamatan. Hal ini, menurutnya, menandakan bahwa Festival Lebaran Betawi bukan hanya milik Kecamatan Pondok Aren, tapi Tangsel yang terdiri dari semua kecamatan.

“Nantinya, perwakilan tujuh kecamatan ini membawa Hantaran berupa karya seni, makanan khas daerahnya,” tandasnya.

Sementara Raman (42) warga Pondok Aren, yang datang bersama teman-temannya, mengaku sengaja datang untuk berwisata kuliner di gelaran Lebaran Betawi Tangsel. “Mau jajan, mumpung banyak makanan di sini,” ujarnya.

Alasan serupa juga diutarakan Dodi. Pria yang tinggal tidak jauh dari lokasi acara ini, mengaku sengaja datang untuk membeli kerak telor, makanan khas Betawi. “Ini mau beli kerak telor, jarang-jarang adanya,” katanya.

Berdasarkan pantauan sekira pukul 16.00 WIB, ratusan warga mengunjungi gelaran budaya yang diadakan selama tiga hari itu.

Di acara tersebut, ratusan lapak dari mulai penjual pakaian, mainan dan makanan mengisi tempatnya masing-masing dan terlihat menawarkan produknya kepada para pengunjung.

Hari terakhir gelaran Lebaran Betawi ditutup oleh band Biang Kerok yang memulai aksinya pukul 20.00 WIB. (*)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!