Soal PPDB Didesak Cepat Tuntas

Diterbitkan  Minggu, 08 / 07 / 2018 23:00 - Berita Ini Sudah :  150 Dilihat

SERPONG– Sistem pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kota Tangerang Selatan eror beberapa hari hingga berujung dihentikan sementara. Kekecewaan para orangtua murid dan terlewatinya masa pendaftaran PPDB dari jadwal semula menjadi sekian permasalah yang belum dituntaskan pihak panitia.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ahmad Syawqi memperingatkan pihaknya mendapatkan banyak aduan dari masyarakat atas permasalahan sistem PPDB online tersebut. “Kami di Komisi II menerima banyak aduan, dan sudah kami rapatkan dengan komisi beberapa hari lalu mengenai permasalahan ini,” ungkap Syawqi.

Sebenarnya, sambung anak mantan Pjs Walikota Tangsel Shaleh MT ini, bahwa Komisi II pada tiga bulan lalu memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel melalui rapat persiapan PPDB online. Namun rupanya persoalan tahun lalu kembali terulang pada tahun ini.

“Padahal jauh sebelumnya kami dengan Dindikbud sudah rapat soal persiapan PPDB online ini dan ternyata masih saja terjadi hal ini lagi,” seloroh Syawqi.

Komisi II telah mendesak kepada dinas terkait untuk segera menuntaskan permasalah PPDB dan berencana pada Selasa (10/7) menggelar rapat koordinasi dengan Dindikbud untuk membicarakan solusi terbaik.

“Beberapa hari lalu sudah kita minta kepada Dindikbud agar mencari tahu apa persoalan sebenarnya, apakah murni karena sistem eror atau ada penyebab lainnya. Dan nanti kami akan gelar rapat lagi dengan dinas itu untuk mencarikan solusinya seperti apa, karena sudah banyak sekali aduan yang masuk ke Komisi II dari masyarakat,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Anggota Komisi II lainnya, Ledy MP Butar Butar mengatakan, yang terpenting saat ini ialah untuk memberikan waktu tambahan pendaftaran PPDB. Akibat server PPDB eror beberapa hari lalu mengganggu proses dan jadwal pendaftaran.

“Kami juga meminta agar ada penambahan hari atau perpanjangan waktu pendaftaran ini. Dan pos-pos yang ada juga harus lebih dimaksimalkan lagi agar peserta didik kita bisa tertampung sesuai dengan aturan yang ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jumat (6/7) pihak panitia menghentikan sementara PPDB SMP secara online akibat server error. Walikota Airin Rachmi Diany pun juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan para orangtua murid.

“Saya menghanturkan permohonan maaf atas terkendalanya proses PPBD Tangsel,” kata Airin di depan para orangtua murid saat meninjau langsung Posko Pengaduan PPDB Online di SMPN 11 Kota Tangsel di Kecamatan Serpong, malam Sabtu kemarin

“Tim IT kita sedang melakukan perbaikan bersama dengan konsultan,setelah proses perbaikan ini, semua informasi penerimaan akan disampaikan melalui Web PPDB Tangsel,” imbuhnya

Selama proses perbaikan server, Airin memerintahkan kepada pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel untuk tetap membuka posko dan meminta para petugas stand by agar masyarakat yang ingin bertanya terkait PPDB di posko bisa terlayani dengan baik.

“Meski server masih dalam proses perbaikan, petugas harus tetap stand by untuk melayani masyarakat yang datang untuk menyampaikan aduan terkait PPDB,”katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono, menjelaskan,proses penerimaan PPDB terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu-Minggu. Kebijakan itu dikeluarkan pihaknya dalam rangka perbaikan sistem situs PPDB online.

Dengan penghentian sementara pendaftaran PPDB Online tersebut, maka proses pendaftaran yang seharusnya selesai pada Sabtu (7/7) diperpanjang hingga batas waktu yang akan di informasikan di situs PPDB Tangsel.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumpulkan tim IT terbaik guna memperbaiki kekurangan yang ada. Bahkan Taryono pun berjanji data nama calon siswa yang telah didaftarkan pada situs PPDB Online Tangsel tidak akan hilang.

“Mohon kerjasamanya, kami bertanggungjawab. Data yang telah masuk tidak akan hilang,” imbuhnya.

Diketahui, proses pendaftaran PPDB Online SMPN di Kota Tangsel yang dibuka sejak 4 Juni lalu terkendala dalam pelaksanaanya. Para orangtua murid mengeluhkan kesulitan saat mengakses situs PPDB tersebut. Kesulitan itu berdampak orangtua murid tidak bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri pilihannya. Selain itu, kendala lainnya, nama peserta yang mendaftar juga tak muncul di web. (dra)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!