BNN Bekuk Bandar Sabu Jaringan Lapas

Diterbitkan  Senin, 09 / 07 / 2018 23:13 - Berita Ini Sudah :  154 Dilihat

RILIS NARKOTIKA BNN: Kepala Badan Narkotika Nasional kota Tangerang Selatan AKBP Stince Djonso memperlihatkan barang bukti beserta Tersangka dalam rilis kasus peredaran Narkotika jenis Shabu di Kantor BNN kota Tangsel, Setu, Senin (9/7). BNN Kota Tangerang Selatan berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap Narkotika golongan 1 jenis Metamphetamne atau shabu di wiliyah Serpong yang merupakan hasil pengembangan laporan masyarakat.

SETU-Bandar sabu jaringan lembaga pemasyarakatan (Lapas) berhasil dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel. Pelaku diamankan setelah sebelumnya petugas mengamankan satu kurir di dekat Stasiun Serpong pada 4 Juli lalu.

Kepala BNN Kota Tangsel, AKBP Stince Djonso menerangkan, dari pengungkapan itu, bandar dengan inisial AM (24) dan kurirnya AR (22) dibekuk dalam waktu bersamaan.“Pelaku AR selaku kurir kami amankan di dekat Stasiun Serpong, kemudian kami tangkap bandarnya MA juga di wilayah Serpong,” ucap Stince.

Dari kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan 5,29 gram sabu yang dijual eceran dengan jumlah antara 0,5 sampai 1 gram. “Dijual dalam paket kecil 0,5 sampai 1 gram sesuai pesanan, dengan kisaran harga jual Rp 600 ribu sampai 1,2 juta per satu gram,” katanya.

Adapun sejumlah barang bukti non narkotika yang berhasil disita dari pelaku, berupa satu timbangan digital, satu plastik klip 4×6 cm, 3 lembar struk transfer rekening, 3 lembar 100.000. “Keduanya dijerat pasal 114 ayat 2 subsider ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara minimal 6 tahun penjara,” katanya.

BNN saat ini masih mengembangkan jaringan peredaran sabu yang dilakukan AM tersebut, dari pengakuannya, AM mendapat paket sabu itu dari seorang warga binaan di Lapas Jakarta. “Dari napi di Lapas Jakarta, Lapas  terkenal, tidak bisa kami sebutkan, karena masih kami kembangkan,” ungkapnya.

Selama ini, BNN Kota Tangsel kerap mengalami kesulitan membongkar jaringan besar narkotika, setelah pengungkapan terhadap kurir berhasil dilakukan. Dari beberapa kasus yang berhasil terungkap, para kurir mengaku dikendalikan dari beberapa Lapas.

“Memang sangat sulit dalam pengembangan ini, karena biasanya mereka terputus,” terang AKP Sidabutar, Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kota Tangsel.

Dari pengalamanya mengungkap kasus kejahatan peredaran narkotika, hubungan antara kurir, bandar dan pengendali narkotika hanya terjadi melalui handphone yang menggunakan nomor sekali pakai.

“Transaksinya tidak pernah bertemu antar mereka, jadi lewat handphone dan nomornya hanya sekali pakai, langsung bisa dibuang,” katanya.

Dia menyebutkan, selama ini dari sejumlah bandar yang diamankan, pengendali jaringan narkotika itu berasal dari dalam Lapas. “Memang beberapa kali kita ungkap ini berasal dari Lapas. Untuk kasus ini, adalah berasal dari ;apas terkenal di Jakarta,” katanya. (irm)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!