DMI Siapkan Training Motivasi untuk DKM

Diterbitkan  Senin, 09 / 07 / 2018 20:58 - Berita Ini Sudah :  145 Dilihat

CIPUTAT-Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang Selatan targetkan Agustus mengumpulkan semua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)  dan para pengurus untuk diberikan motivasi traning. Dengan training dapat memberikan semangat kerja para DKM dalam merawat masjid.

Ketua DMI Kota Tangsel, Heli Slamet mengatakan perlunya menggelar training ini dikarenakan tidak semua DKM mampu membuat masjid menjadi makmur. Sementara masjid adalah tempat pembelajaran sepanjang hayat di samping sebagai tempat untuk beribadah salat lima waktu.

“Motivasi kepada para Ketua DKM dan pengurus, karena tidak semua masjid itu tingkat kemakmuran bagus. Idelnya bagimana pengurus masjid memberikan inovasi-inovasi, sehingga masjid tidak ramai di hari Jumat saja. Masjid menjadi universitas terbuka dari anak hingga lansia,” kata Heli.

Bukan berarti mengesampingkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, tapi bagaimana masjid menjadi arena belajar berbebagai jenjang usia. Mengapa perlu dijadikan universitas terbuka? Tidak semua jamaah mampu memahami tata cara beribadah, tentang aqidah dan fiqih ibadah dan sosial kehidupan lainnya.

“Kenapa masjid menjadi universitas terbuka, karena tidak semua jamaah bisa membaca Alquran, tidak semua orang itu tahu tata salat, tidak semua orang menahami berwudhu. Masjid bisa mengadakan pengajian, bagaimana menjadikan orang dari bangun tidur hingga tidur lagi semua bernilai ibadah. Persoalan yang hadir saat acara sedikit atau banyak, itu urusan lain, tapi perlunya mengadakan kegiatan,” pesannya.

Ia pun menyingung fenomena banyak orang yang sering membentak anak kecil saat bermain di masjid. Jika hal ini dibiarkan dikhawatirkan anak akan takut ke masjid, sehingga ada disorientasi anak tidak cinta masjid. Sementara anak adalah penerus generasi kedepan. Ini perlu dipahami oleh para DKM agar masjid harus ramah anak.

“Soal orangtua bentak anak, itu dalam kasus tertentu. Biasanya yang melakukan itu jamaah bukan DKM. Karena jamaah biasanya tidak memahami. Jangan sampai anak takut datang ke masjid, karena dibentak. Inilah mengapa salah satunya motivasi traning sebagai pengurus jangan sampai kekhusuan kita saat beribadah di masjid membuat takut anak ke masjid. Karena anak kecil dunianya bermain tidak boleh dilarang. Tapi paling tidak kita tetap ingatkan,” tuturnya.

Aspek lain, DKM perlu memikirkan fasilitas disabilitas seperti kursi roda. Di Tangsel dari sekitar 640 masjid baru beberapa yang sudah menyediakan fasilitas kursi roda. Diharapkan masjid-masjid yang lain memikirkan soal hal ini agar jamaah lainnya bisa ikut salat bersama.

“Masjid perlu menyediakan kursi roda di dalam. Jumlahnya satu hingga tiga untuk memberikan kesempatan bagi jamaah lain. Di Tangsel ada beberapa masjid sudah menyediakan fasilitas ini. Kita berupaya masjid ramah untuk siapa saja,” imbuhnya.

Sekretaris DMI Tangsel, Mahkmud tengah mempersiapkan kegiatan motivasi traning bagi DKM se-Tangsel. Sangat penting untuk mengajak kembali bagaimana cara memakmurkan masjid agar aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan social, sehingga adanya masjid dapat memberikan banyak keberkahan bagi warga sekitar dan jamaah pada umumnya. (din)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!