Lebaran Betawi Jadi Event Tingkat Kota

Diterbitkan  Senin, 09 / 07 / 2018 23:13 - Berita Ini Sudah :  157 Dilihat

PONDOK AREN-Lebaran Betawi di Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren bakal dipatenkan menjadi event tahunan tingkat Kota Tangsel. Itu dimulai dengan pelaksanaannya yang ke-4 pada 6-8 Juli, kemarin.

Di Lebaran Betawi ke-4 itu memang dimeriahkan dengan prosesi hantaran dari tiap-tiap kecamatan. Para camat dan lurah se-Kota Tangsel dilibatkan. Mereka masing-masing membawa hantaran berupa sayur-sayuran, roti buaya, dodol, dan makanan lainnya.

Camat Pondok Aren, Makum Sagita mengungkapkan, baru tahun ini tradisi hantaran diadakan, di tahun-tahun sebelumnya tidak pernah. Hal ini untuk mengenalkan tradisi hantaran yang ada di Betawi sebagaimana hingga kini tradisi itu masih tetap dilakukan.

“Hantaran hingga kini di lingkungan masyarakat Betawi masih ada. Demi menjaga keragaman serta kekayaan tradisi Betawi telah melegenda ini pada Lebaran Betawi tahun ini diadakan. Ini bagian kami selaku orang Betawi untuk merawat di tengah kepungan era modernisasi. Anak cucuk kita wajib tahu warisan berharga ragam tradisi di tanah Betawi,” katanya.

Hantaran jika ditelisik ada banyak filosofi, misalnya jika bertetamu janganlah membuat beban atau repot tuan rumah. Maka tradisi hantaran menjawab itu semua, dengan membawa makanan untuk bisa disantap bersama. Hantaran dilakukan dari yang muda kepada yang tua, misalnya anak kepada orangtua, adik kepada kakak, anaka kepada nenek dan lain-lain.

“Menyimpan pesan bagitu baik, salah satu contohnya yang bisa kita petik adalah apabila hendak bertamu diusahakan jangan sampai tuan rumah jadi keberatan atau kerepotan. Dengan hantaran, membawa menu masakan serta makanan tambahan lain tuan rumah jadi bunga, kita yang tamu juga jadi lebih nyaman,” tambah ia.

Ketua Lintas Lingkar Masyarakat Berbudaya  Betawi Tangerang Selatan (LIMA BETA), Hambali Ibnu Mansur menambahkan, sejak empat tahun silam, pihaknya cukup konsen mengangkat serta merawat tradisi Betawi yang memiliki kekayaan melimpah. Tradisi Betawi memiliki ciri khas unik, dan memiliki khas tersendiri oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Betawi memiliki banyak keunikan masyarakat dari berbagai daerah pun suka dengan ragam tradisi Betawi. Untuk itu kami berupaya agar ragam tradisi Betawi yang ada di Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, dan wilayah Kota Tangsel dilestarikan bersama,” katanya.

Lebaran Betawi yang baru saja selesai, dua kegiatan yang menonjol pertama kongkow bersama budayawan kondang Ridwan Saidi membicarakan historikal Betawi dan indentitas tersendiri. Dari kongko itu, terungkap bahwa Betawi Tangsel ada pembeda lebih beragam akulturasi budaya bengan Betawi DKI.

“Misalnya makanan semur daging kebo saat lebaran yang dulu selalu ada, bahkan hingga kini menjadi makanan langka. Meski demikian ada saja yang mengupayakan patungan untuk membeli kebo lalu dibagi secara rata,” tambah ia.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Judianto mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Pondok Aren. Lebaran Betawi mampu menjadi magnet warga rekreasi. Tak hanya mendapat kan kesenangan semata, namun juga memperoleh ilmu pengetahun.

“Misalnya prosesi hantaran, sejarah Betawi Tangsel dan sekitarnya. Ini menjadi nilai poin tersendiri,” ucapnya.(din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!