823 Staf Ahli Bahas Isu Strategis di Puspiptek

Diterbitkan  Selasa, 10 / 07 / 2018 23:04 - Berita Ini Sudah :  181 Dilihat

SETU-Sebanyak 823 staf ahli Gubenur, Bupati dan Walikota se-Indonesia berkumpul di Graha Widya Bhakti (GWB), Puspiptek, Kecamatan Setu dalam rangka rapat koordinasi nasional (Rakornas).

Ketua Panitia Penyelenggara, Suharno menjelaskan, Rakornas ini sebagai wahana kaji ulang dalam menyikapi dalam menjawab isu-isu strategis daerah, dalam meningkatkan kinerja staf ahli yang lebih baik.

Lanjutnya, pertemuan ini untuk terwujudnya koordinasi dalam pembangunan antar pemerintah pusat dan daerah, serta upaya perkuatan revitalisasi kapasitas staf ahli demi mewujudkannya kebijakan pemerintah yang efektif dan efisien.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menjelaskan, rapat koordinasi ini adalah sebuah even yang sangat penting dan strategis serta akan banyak manfaat yang diberikan oleh Rakornas ini.

“Kita semua tentunya berharap, manfaat tersebut bukan hanya akan dirasakan oleh para staf ahli yang mengikuti, namun yang lebih penting lagi, juga oleh masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” terangnya.

Menurut Airin, saat ini, para pejabat sudah saatnya memiliki cara berpikir yang lebih komprehensif dan proyektif. “Cara berpikir ini mengharuskan kita untuk melihat dalam kerangka yang lebih luas dan lebih jauh. Dengan kata lain, kita bukan hanya melihat sesuatu dari sisi apa manfaatnya bagi kita sendiri atau bagi pihak yang menjadi user atau pengguna jasa kita, melainkan kita harus senantiasa mencari cara bagaimana agar yang kita lakukan dapat memberikan manfaat kepada sebanyak mungkin stakeholder,”ungkapnya.

Airin menambahkan, kepala daerah membutuhkan masukan, saran, ide, gagasan, pertimbangan, rekomendasi dan lain sebagainya dalam menjalankan tugasnya untuk memimpin daerah.

Peraturan pemerintah tentang organisasi perangkat daerah secara eksplisit mengatur tentang keberadaan sebuah lembaga resmi yang bertugas memberikan masukan dan saran tersbut. Hal ini berangkat, tidak lain dan tidak bukan, dari analisa bahwa seorang kepala daerah memang akan membutuhkan banyak masukan, saran dan pertimbangan.

“Dari sini dapat dilihat bahwa tugas dan fungsi seorang staf ahli sangat strategis. sangat tidak tepat jika ada yang mengatakan bahwa posisi staf ahli kurang penting dan kurang dibutuhkan. Dalam peraturan perundang-undangan, khususnya tentang organisasi perangkat daerah, tidak pernah ada klausul yang menyatakan bahwa ada jabatan yang penting dan jabatan yang tidak penting,“jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Ranta Soeharta menjelaskan, staf ahli merupakan jabatan strategis yang bisa memberikan masukan langsung kepada Walikota terkait sebuah kebijakan. “Seorang staf ahli harus mengetahui isu strategis, sehingga dia bisa memberikan masukan yang baik untuk kepala daerahnya,”singkatnya.(irm)

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!