Ratusan Warga Bintaro Nunggak PBB

Diterbitkan  Selasa, 10 / 07 / 2018 23:04 - Berita Ini Sudah :  182 Dilihat

WAJIB PAJAK: Petugas BAPENDA kota Tangerang Selatan terlihat melayani masyarakat yang ingin membayar pajak di posko pembayaran (PBB-P2) Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan wilayah Kota Tangerang Selatan, Bintaro, Selasa (10/7). BAPENDA kota Tangerang Selatan terus berupaya mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya membayar pajak dengn mengadakan jemput bola di setiap kecamatan kota Tangerang Selatan.

BINTARO-Ratusan warga perumahan elite Senayan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren nunggak pajak bumi dan bangunan (PBB). Kemarin, petugas dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel mendatangi sekitar 500 wajib pajak di kawasan itu.

 Petugas Penagihan Pajak menyisir dari satu rumah ke rumah lainnya. Beberapa di antaranya, di rumah yang rata-rata dua lantai itu, petugas berhasil menemui wajib pajak (WP).

Kepala Bapenda Kota Tangsel, Dadang Sofyan menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti warga yang belum membayar dan menunggak PBB. “Kita telah mendatangi wajib pajak yang memiliki piutang,”ungkapnya.

Dengan mendatangi langsung WP ke Perumahan Senayan Bintaro ini, para WP diharapkan ta’at membayar PBB ke depannya, sehingga tak ada lagi yang menunggak.

Kepala Bidang Pajak Daerah Satu Bapenda Kota Tangsel, Indri Sari Yuniandi menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengingat dan menagih Wajib Pajak agar segera membayar pajak PBB-nya.

“Berdasarkan data yang nunggak sekitar 500 WP, yang ditagih hingga Selasa (10/7) sebanyak 159 WP,”ungkapnya.

Data tersebut dari beberapa cluster yang ada di kawasan Senayan dan area komersial sepanjang Jalan Senayan, Bintaro.

Indri menjelaskan, dari 500 WP jumlah nominal mencapai Rp 3,2 miliar, jumlah tersebut banyak karena ada yang menunggak lebih dari dua tahun. “Kita akan menagih sebanyak 159 WP yang lainnya akan kita masukin ke petugas yang ada di cluster-cluster senayan,”jelasnya.

Hari pertama pada Senin (9/7), sebanyak Rp 45 juta sudah masuk dan hari kedua penagihan sebanyak Rp 56 juta. Sementara untuk jumlah petugasnya sebanyak 15 hingga 20 petugas diturunkan untuk melakukan pentungan.

“Mereka door to door ke rumah warga untuk menagih satu per satu wajib pajak yang belum bayar,”katanya.

 

Indri menerangkan, kegiatan ini menemukan kendala, karena banyak pemilik rumah tak ada di tempat. “Pemilik rumah tidak ada, banyak yang hanya menyewa akhirnya kita tetap titipkan supaya disampaikan ke pemilik, ada juga rumah kosong,”singkatnya. (irm)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!