Petugas Pentungan Bawa Pulang Rp 138 Juta dari Bintaro

Diterbitkan  Rabu, 11 / 07 / 2018 22:58 - Berita Ini Sudah :  203 Dilihat

BINTARO-Selama tiga hari door to door ke perumahan elite Senayan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Petugas Penagihan Tunggakan (Pentungan) Pajak Bumi Bangunan (PBB) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel mampu membawa pulang uang sebesar Rp 138 juta.

“Ini hari ketiga dilakukan door to door, alhasil sudah masuk 138 juta rupiah dengan perincian pada hari Senin, pemasukan pembayaran sebesar 49 juta, Selasa sebesar 56 juta dan hari ketiga 37 jutaan,”ungkap Indri Sari Yuniandri, Kepala Bidang Pajak Daerah Satu Bapenda Kota Tangsel.

Hasil yang didapat ini masih kurang maksimal, namun petugas selalu melakukan koordinasi dengan pihak pengembang perumahan mewah tersebut, dikarenakan masih banyak obyek pajak yang ada di kawasan Senayan Bintaro.

“Banyak diantara pemilik rumah yang belum membaliknamakan lahan yang dimiliki, jadi masih nama pengembang. Dan tunggakan setiap wajib pajak berbeda-beda, ada yang menunggak selama lima tahun lebih, ada yang tiga tahun, makanya kita lakukan kunjungan dari satu pintu ke pintu lain yang wajib pajaknya menunggak pajak untuk melakukan kroscek apakah benar, dan pemberitahuan kalau mereka belum membayar PBB,”ungkapnya.

Meskipun sudah dilakukan pengkroscekan dari pintu ke pintu, masih ada beberapa wajib pajak yang belum menaati peraturan. Hal tersebut memicu tindakan tegas yang harus diputuskan segera oleh Bapenda.

“Makanya sekarang kita susuri mana nih yang nunggak lama. Mau bayar atau tidak. Kalau masih nggak mau bayar ya kita lakukan penindakan. Nanti kita kerjasama dengan Bidang Penindakan, apakah dipanggil atau bagaimana untuk wajib pajak yang menunggak pajak ini,” tegas Indri.

Sementara sampai saat ini, sambil terus mengkroscek wajib pajak, Bapenda Kota Tangsel terus melakukan upaya agar wajib pajak bisa lebih peka dengan keharusan membayar pajak dari aset yang mereka miliki. Salah satunya adalah dengan Pentungan PBB. Namun hal ini masih memiliki kendala.

“Masalah lain adalah ketika objek pajak merupakan kavling, bukan rumah. Kavling biasanya memang sudah dimiliki oleh seseorang. Namun, biasanya masih berada di bawah tanggungan pengembang. Makanya saya suka tanya ke pihak pengembang, mana yang punya tanah biar saya imbau langsung jika pengembang belum menyanggupi,” jelasnya.

Lanjut Indri, sayangnya beberapa pengembang justru enggan berkoordinasi. Sehingga penunggakan terus terjadi. Saat ini untuk mengatasi hambatan tersebut, Bapenda Kota Tangsel terus melakukan pendataan dan upgrade data sehingga penagihan PBB bisa dituju kepada pemiliknya langsung.

 

“Pentungan ini jadi salah satu alternatif. Karena kita buka stand di perumahan, dalam tiga hari sudah terkumpul sekitar138 juta. Meskipun belum mencapai target nanti kita akan kembali lagi untuk kembali mengingatkan,” katanya.

Sementara, salah seorang warga Senayan Bintaro, Syafwan Yafar mengungkapkan rasa terima kasihnya telah diingatkan akan pajak ini. “Saya senang banget didatangi, jadi saya tahu, selama ini saya tidak pernah dapat tagihan dari pihak pengembang, setelah didatangi saya tahu kalau saya menunggak, dan saya langsung membayarkan,”ungkapnya. (irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!