Guna Perluasan Lahan dan Revitalisasi Pasar


Warga dari Dua RW di Ciputat Kena Gusur

Diterbitkan  Rabu, 11 / 07 / 2018 22:58 - Berita Ini Sudah :  284 Dilihat

CIPUTAT-Puluhan warga Kelurahan Ciputat terpaksa bakal digusur rumahnya, karena terkena proyek revitalisasi Pasar Ciputat. Ada sekitar 133 bidang tanah yang dibebaskan tersebar di RW 08 dan 09.

Pengukuran tanah tersebut kembali dilakukan oleh aparat Pemkot Tangsel, kemarin. Kali ini pengukuran dilakukan untuk bangunan, sebelumnya luas tanah dan taman yang diukur. Pengukuran dilanjutkan di Blok Musola RW 08 Kelurahan Ciputat yang disaksikan perangkat kelurahan, RT/RW dari tiga blok terminal dan blok sawo sebanyak 133 bidang.

Lurah Ciputat, Cecep Iswadi mengungkapkan, warga mendukung penuh program Pemkot terhadap revitalisasi pasar ini. Pihaknya pun meminta agar proses ini berjalan dengan aman dan damai. “Alhamdulillah berjalan lancar semua warga sepakat dan mendukung program pemerintah ini,” katanya di lokasi.

Tanah kavling yang terkena relokasi ada 133 bidang, terdiri dari RW 08 dan RW 09 terbagi di tiga blok yakni, Blok Musola, Terminal dan Sawo. Hampir semua warga sudah menempati lahan kavling sejak puluhan tahun, bahkan ada yang 50 tahun lamanya. “Warga yang tinggal di sini sudah cukup lama puluhan tahun, sejak kecil hingga besar di wilayah ini,” tambah Cecep.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua RW 08, Iwan Rosyadi. Dia menerangkan, di wilayahnya yang terkena gusur yakni, di RT 1 dan 2. Di dua RT ini setidaknya ada 100 bidang atau 91 surat dari total 133 bidang secara keseluruhan.

“Dari total keseluruhan pemilik mengantongi Surat Pelepasan Hak atau SPH yang dikeluarkan oleh Bupati Tangerang kala itu sekitar tahun 2004 silam sebelum ada pemekaran Kota Tangsel,” katanya.

SPH dikeluarkan bagi warga yang sudah lama tinggal di tanah kavling ini. Dari 133 bidang ini, dua di antaranya dikabarkan telah memiliki sertifikat. Satu di RW 08 dan satu lagi di RW 09. Pada dasarnya warga yang tinggal di tanah kavling sejak lama hendak pindah, berkaitan dengan kondisi lingkungan yang terbilang tidak layak alias kumuh.

Ia sendiri mengaku sudah 50 tahun tinggal di wilayah itu, kini rumahnya pun akan digusur. “Besara berapa kami bersama warga masih menunggu tim appraisal untuk menentukan harga. Warga berandai-andai memiliki harapan dapat pembayaran besar itu hal yang sangat wajar, tapi yang pasti pemerintah memiliki penawaran tersendiri,” imbuhnya.

Salah satu pemilik rumah di RT002/RW 08 Ciputat, Robiah menuturkan, dirinya sejak kecil sudah tinggal di kawasan itu. “Saya sudah hampir 44 tahun tinggal di sini, dan mendukung program pemerintah ini,” tuturnya.

Tokoh Masyarakat Ciputat, H Wowo Ibrahim menerangkan, awal pembukaan tanah kavling inbi sebagai tanah kas desa, setelah Kabupaten Tangerang memperoleh surat dari pemerintah pusat untuk memindahkan pedagang di Pasar Ciputat yang kini menjadi Jalan Dewi Sartika.

“Ketika itu Pemerintah Kabupaten Tangerang mendapatkan surat dari pemerintah pusat untuk memindahkan pedagang. Saya ditunjuk sebagai tim Panitia Tanah Desa,” katanya.

Kebijakan desa membuka kavling ini diperuntukan untuk warga kampung yang ada di wilayah Ciputat dengan catatan tidak mampu dan ditentukan dengan menggunakan bambu. Warga yang menempati terdata di desa kala itu. Seiring berjalanya waktu belakangan sekitar 2004 ada kebijakan SPH dari Bupati Tangerang ditunjukan kepada Kepala Desa Ciputat dengan melihat sudah cukup lama warga menggunakan lahan.

“Saat dari tanah desa menjadi SPH dikeluarkan oleh Bupati Tangerang saat itu saya sudah di DPR RI intinya surat pelepasan hak yang sudah lama di sini dengan harga ditentukan bersama. Adapun uangnya itu digunakan untuk kepentingan pemerintah seperti pelebaran jalan, pelebaran makam. Untuk besarannya saja tidak tahu menahu,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tanah kas desa awalnya ada 11 hektar 4 ribu meter yang dibagi menjadi 5 kelompok, pasar, kavling, perkantoran,  tempat penendidikan, dan olahraga. (din)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!