Melihat Gagasan Tangsel Menghafal dari IIQ Jakarta


Baca Al Quran Jadi Mata Pelajaran Tambahan di Sekolah Umum

Diterbitkan  Kamis, 12 / 07 / 2018 22:45 - Berita Ini Sudah :  234 Dilihat

Gerakan mewujudkan Tangsel Menghafal Al Quran diseriusi Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta. Program ini digadang-gadang sebagai upaya membumikan motto Cerdas, Modern, dan Religius.

SUDIN ANTORO-Pamulang

IIQ Jakarta pun melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkot Tangsel, kemarin. Selain tekan MoU, acara tersebut sekaligus peletakan batu pertama, halal bi halal yang dihadiri civitas akademika IIQ, pejabat Pemkot Tangsel, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel, KH Saidi serta pimpinan ormas yang lain. Khusus untuk peletakan batu pertama ini dalam rangka pembangunan gedung baru untuk perkuliahan strata 1.

Saat ini mahasiswa IIQ ada 1700, yang tertampung di asrama 800, sisanya ngekos dan masa kelulusah semester akhir. Kampus IIQ di depan UIN Syarif Hidayatullah dijadikan kampus pasca sarjana S2 dan S3. Sedangkan kampus di wates, Pondok Cabe Udik, Pamulang merupakan asrama dan kampus strata 1.

Sekretaris Umum Yayasan IIQ Jakarta, Rasyud Syakir mengatakan, MoU ini akan diterapkan dalam lingkungan pendidikan setingkat Sekolah Dasar SMP hingga SMA di Kota Tangsel. Hal ini penting karena untuk memperoleh siswa memiliki bekal keilmuan agama yang baik, dimulai dari hafalan Al Quran dengan penerapan sistim target setiap jenjang pendidikan.

“Misalnya, kalau lulusan SD ditargetkan minimal hafal satu juz, kemudian nanti lulus SMP meningkat lagi. Ini terutama untuk sekolah-sekolah yang dibiayai pemerintah,” katanya.

Selama ini sekolah umum tingkat SD, tidak ada pelajaran hafalan Al Quran. Pelajaran Al Quran hanya ada di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Sedangkan, sekolah umum negeri sangat jarang sementara kebutuhan asupan ilmu Al Quran bagi umat Islam menjadi nomor pertama.

“Pelajaran Al Quran adanya di MI, MTs dan Aliyah sedangkan di sekolah umum sama sekali tidak ada. Dengan program ini nanti akan ada mata pelajaran tambahan. Anak-anak Tangsel harus unggul dan memiliki karakter, sehingga ketika nanti besar sudah memahami hakikat hidup. Yang pasti kalau sudah hafal itu, otomati sudah bisa membaca Al Qur’an, dan tahsin (perbaikan bacaannya) sekalian,” tambah Rasyud.

Program ini tak hanya menyasar siswa-siswi sekolah , tapi seluruh lapisan masyarakat serta seluruh Organisasi Perangat Daerah (OPD). Berupaya bagaimana jajaran birokrat Tangsel masuk dalam bingkai Al Quran. Maknanya Al Quran menjadi panutan dalam kehidupan baik saat menjadi pejabat di kantor dan masyarakat di lingkungan dengan harapan mampu memilah mana yang baik dan buruk.

Dari sisi sumber daya manusia, IIQ Jakarta siap mendistribusikan para ahli Al-Quran untuk menjalankan program Tangsel Menghafal ini. Provinsi Banten menjadi Juara Umum MTQ Nasional XII di NTB 2016 lalu, sebagian besar juara dipersembahkan oleh Kota Tangsel dan semuanya adalah kontingen dari IIQ.

Rektor IIQ Prof Huzaemah T. Yanggo mengungkapkan, bahwa 5 orang dari 10 jamaah haji masih buta huruf Al Qur’an. Pihak IIQ dan Pemkot Tangsel ingin memastikan bahwa wilayah yang mempunyai motto Cerdas, Modern, dan Religius benar-benar bebas dari buta Huruf Al-Qur’an.

Sementara, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Kota Tangsel, Rahmat Salam menyampaikan, program Tangsel Menghafal bersama IIQ akan dibicarakan lebih lanjut dan dilaksanakan secara bertahap.(*)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!