Sanrah Food Kembali Terima Bantuan Dari ITI

Diterbitkan  Kamis, 12 / 07 / 2018 22:15 - Berita Ini Sudah :  278 Dilihat

SETU-Institut Teknologi Indonesia (ITI) kembali memberikan bantuan alat kepada pelaku UKM di Kota Tangsel. Kemarin Kamis (12/7) satu mesin vacum kedap udara berfungsi membuat makanan tahan lama diterima langsung oleh Hj Lina S Rahmania selaku Owner Sanrah Food produksi bebek dan sambal serta berbagai jenis produk lainnya.
Bantuan ini melalui program Iptek Bagi Produk Unggulan Daerah (IbPUD) yang didanai oleh Kemenristek Dikti bejenjang tiga tahun. Tahun lalu ITI menyalurkan bantuan alat penutup kemasan kaleng, sedangkan kemarin Kamis bantuan alat berupa vacum untuk membuat produk dapat bertahan lebih lama.
Direktur Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Institut Teknologi Indonesia (ITI) Iyus Hendrawan menjelaskan kegiatan ini dari program pendampingan tatakelola mutu produktifitas produk image dan aplikasi teknologi tepat guna melalui program IPTEK bagi produk unggulan daerah IbPUD. Kegiatan ini dibawah Prodi Teknik Industri, Prodi Teknik Mesin dan Prodi Teknik Kimia ITI.
“Alat ini didanai dari hibah Kemenristek Dikti dengan program selama tiga tahun. Ini tahun yang kedua. Tahun lalu dan tahun ini bantuan kembali diberikan. Diharapkan dengan bantuan alat ini dapat mengingkatkan produktifitas ibu Hajah Lina,” katanya.
Kendati program ini hanya tiga tahun, namun hubungan antar keduanya baik UKM dan ITI wajib tetap dibangun. Program binaan ini selain HJ Lina yakni Sagon Bakar milik Ibu Irma. Tahap selanjutnya akan membina UKM yang lain. Diharapkan yang sudah mendapatkan binaan dan bantuan alat dapat membantu yang lain.
“Alat ini bukan hanya untuk sendiri tapi jika ada UKM yang lain ingin membutuhkan sebaiknya diberikan bersama-sama. Kami berharap hubungan kita ini tetap terjalin dan semoga suatu saat ibu Hajah Lina dapat mewakili kami sebagai narasumber dalam satu pertemuan mempresetasikan usahanya ini,” harap Iyus.
ITI sendiri membina tiga kelompok, kelompok pertama diberikan bantuan alat. Kelompok kedua diberikan bantuan konsultasi. Saat ini terdata sebanyak 11 UKM. Mereka berkonsultasi meliputi banyak hal seperti pembukuan, pemasaran, dan strategi pasar.
Kabid Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Ferry Payacun menyampaikan ucapan terima kasih kepada ITI yang sudah membantu keberadaan pelaku usaha rumahan di Tangsel. Tak terkecuali terima kasih kepada Hj Lina yang sudah menumbuhkan semangatnya dalam mengembangkan usaha selama ini.
“Kami dari pemerintah Kota Tangsel berterima kasih banyak kepada ITI yang sudah peduli dan membantu para pelaku usaha di Tangsel. Memberikan bantuan alat, serta memberikan banyak ilmu tentang mutu produk, pemasaran dan lain-lain. Ini satu hal yang sangat baik semoga akan terus dilakukan oleh ITI kepada pelaku usaha yang lain di Tangsel,” harap Ferry.
Sementara itu, Owner Sanrah Food Hj Lina Lina S Rahmania mengaku tidak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan alat dari ITI. Pasalnya tahun sebelumnya sudah memperoleh bantuan. Tentu dengan bantuan itu dirinya semakin semangat dalam mengembangkan usahanya saat ini.
“Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan alat lagi. Kalau beli pasti harganya sangat mahal. Dan alat vacum ini sangat bagus untuk pengemasan sehingga produk saya semakin baik dan tahan lama hingga enam jika disimpan dibekukan,” katanya. (din).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!