Pemkot Sebar Mata-mata di Setiap Kelurahan

Diterbitkan  Jumat, 13 / 07 / 2018 23:11 - Berita Ini Sudah :  213 Dilihat

SERPONG-Kota Tangsel cukup rawan terhadap tindakan kriminalitas dan konflik. Untuk itu, Pemkot membentuk Rewalan Tangsel Siap untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tujuh kecamatan.

Pemebentukan relawan ini diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas). Tentu dengan rasa aman masyarakat akan lebih leluasa, sehingga pembangunan pun tidak akan terkendala dan berlanjut terus.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Kota Tangsel, Azhar Syamun menegaskan, program ini bagian dari upaya pengejawantahan Permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini. Upaya kewaspadaan dini perlu ditingkatkan agar tidak ada potensi konflik, potensi kepentingan dan dampaknya adalah masyarakat itu sendri.

“Dalam rangka mengoperasionalkan Forum Deteksi Dini Masyarakat (FKDM), perlu personel untuk membantu menghasilkan informasi, maka dari itu dibentuklah Relawan Tangsel Siap,” katanya.

Tugas dari relawan Tangsel Siap untuk memberikan laporan hasil pantauan lapangan atau mata-mata untuk mengawasi wilayah masing-masing. Sedikitnya  ada 54 orang dari masing-masng kelurahan yang bakal menjadi petugas deteksi dini setiap saat. Dari semua laporan awal dari masing-masing relawan, amat bermanfaat untuk mengambil keputusan dan tindakan.

“Luas wilayah di Kota Tangsel tidak besar, namun potensi konflik dan kerawanan cukup tinggi terjadi. Sehingga dibutuhkan  peran serta masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apapun dan menyampaikan ke pimpinan,” tambah Azhar.

Melalui program ini dipastikan ke depan Kota Tangsel akan terlihat kondusif,  sebab setiap ada potensi gejolak yang akan muncul dapat diketahui terlebih dahulu. Upaya ini mempersempit potensi meluasnya persoalan yang kadang menjadi eskalasi kelompok timbul kepermukaan.

Forum ini dibentuk untuk membantu pemerintah secepat mungkin s,ehingga permasalahan bisa diselesaikan agar penanganannya cepat dan tidak menjadi besar.

“Semakin banyak laporan yang masuk kami akan semakin mudah untuk memulai langkah dalam menangani. Tapi semakin sedikit informasi awal dari lapangan membuat upaya keamanan semakin kecil. Ini yang menjadi pertimbangan mengapa perlu dibentuk tim,” jelas mantan Kasatpol PP Kota Tangsel ini.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, bahwa Relawan Tangsel Siap ini dibentuk dalam rangka membantu pemerintah untuk mendeteksi jika ada masalah seperti ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Masyarakat diminta membantu petugas yang ada di lapangan agar kondusifitas tetap terjaga.

Ia pun meminta agar personel Relawan Tangsel Siap mampu membaca serta menganalisa potensi kemungkinan terjadinya kerawanan, seperti yang pernah terjadi di sejumlah wilayah Tangsel belakangan ini.

“Dulu pernah ada ditangkapnya teroris, dilihat dari gelagatnya teroris ini sangat mencurigakan. Berbeda dengan masyarakat pada umumnya yang suka bersosialisasi dengan tetangga,” ungkap Benyamin.

Lanjutnya, jika sudah mengetahui hal-hal yang mencurigakan, maka relawan harus deteksi dini dan melaporkannya. Gerak-gerik warga yang tidak seperti masyarakat umum perlu diamati dan diselidiki agar tidak terjadi satu hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, berkaca dari pengalaman yang telah lalu di Tangsel.

”Relawan Tangsel Siap ini dibentuk untuk menjaga Tangsel ke depan agar maju dan aman sehingga penduduknya menjadi cerdas, berkualitas dan berdaya saing,” imbuhnya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!