Sulap Limbah Ikan Jadi Pakan Ternak

Diterbitkan  Jumat, 13 / 07 / 2018 23:11 - Berita Ini Sudah :  277 Dilihat

CIPUTAT-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel berinisiatif memanfaatkan limbah ikan di Pasar Ciputat. Selama ini limbah ikan terbuang tidak dimanfaatkan, namun sekarang diolah menjadi pakan ternak.

Kabid Perindustrian Disperindag Kota Tangsel, Ferry Payacun menyampaikan, melihat kondisi Pasar Ciputat banyak potensi, namun di sisi lain memang tidak termanfaatkan. Atas kajian itulah pihaknya mengumpulkan masyarkat untuk dilatih cara mengolah limbah ikan menjadi pakan ternak.

“Awalnya kami melihat limbah ikan di Pasar Ciputat cukup banyak, namun tidak termanfaatkan. Sementara limbah ikan itu jika diolah menjadi bermanfaat salah satu contohnya menjadi pelet atau pakan ternak seperti ikan atau ternak ayam,” katanya.

Satu liko bahan dasarnya 5 kilo limbah ikan atau satu banding lima. Saat ini per hari mampu dihasilkan satu kwintal pelet pakan ternak dari hasil olahan limbah ikan. Potensinya cukup besar jika digeluti dan ditelateni, asalkan memang masyarakat sekitar konsisten. Jika produksinya sudah stabil akan dipasarkan lebih luas lagi sedangkan kondisi sekarang hanya sesama jaringan saja.

“Harganya cukup mahal per kilogram seharga delapan ribu. Nanti jika sudah berjalan lancar hasilnya juga stabil akan dipasarkan lebih luas. Karena hasil olahan limbah ikan ini cukup baik untuk pakan ternak bergizi dan cepat gemuk,” tutur Ferry.

Cara mengolahnya hanya dilakukan pengukusan dan penyaringan agar tidak mengandung air. Jika mengandung air dipastikan tidak akan menjadi berupa tepung atau bubuk seperti pelet pada umumnya. Disperindag sudah melatih dan ternyata berhasil untuk dikembangkan.

“Pelan-pelan ini masih proses agar bertahap sehingga hasilnya maksimal dan bagus. Ini yang kami harapkan kepada masyarakat di sekitar Pasar Ciputat, karena ini menjadi penghasilan tambahan mereka,” tambah ia.

Firman, salah satu warga Ciputat menerangkan, selama ini limbah ikan dibuang ke tempat sampah. Warga tidak mengetahui jika limbah ikan dapat diolah menjadi barang mahal. Dengan adanya gagasan dari Diperindag memanfaatkan limbah ikan menjadi pakan ternak, yang pasti warga mengapresiasi barang yang tidak ada harganya menjadi mahal.

“Termasuk mengurangi sampah karena biasa di buang bersama tumpukan sampah kini diolah menjadi bernilai. Mengapa tidak dari dulu saja dilakukan seperti ini. Jika dari dulu sudah dilakukan pasti sudah berkembang pesat,” tukasnya. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!