Dinkes Tangsel Dukung Indonesia Bebas Pasung

Diterbitkan  Rabu, 08 / 08 / 2018 21:19 - Berita Ini Sudah :  162 Dilihat

SETU-Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membentuk tim pelaksanaan kesehatan jiwa. Tim ini dibentuk untuk mendukung program Indonesia Bebas Pasung.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, sesuai dengan undang-undang Nomor 23 tahun 1966 tentang Kesehatan Jiwa menyatakan pasien dengan gangguan jiwa yang terlantar harus mendapatkan perawatan dan pengobatan di tempat perawatan.

“Pemerintah pusat meminta masyarakat untuk tidak melakukan pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa. Seharusnya diserahkan ke rumah sakit jiwa. Makanya Camat dan Lurah agar aktif untuk penanggulangan warga dilingkungannya,” katanya saat membuka acara pembentukan tim pelaksanaan kesehatan jiwa di Puspiptek, Setu, Rabu (8/8).

Menurutnya, untuk penanganan di Kota Tangsel dapat memberdayakan 28 puskesmas yang tersebar. RSU juga harus menyediakan tempat tidur sehingga bisa merawat orang dengan masalah kejiwaan (OMDK). Sementara RSJ merupakan rujukan jika tidak dapat tertangani.

“Saya mengajak semua pihak untuk bekerjasama dengan penanganan OMDK,” terangnya.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Tulus Muladiyono mengatakan, diestimasikan terdapat enam persen atau 106 ribu jiwa dari 1,6 juta penduduk Kota Tangsel alami OMDK.

Hal ini disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya, kurangnya komunikasi dengan lingkungan keluarga, dampak negatif teknologi, stres serta persoalan kejiwaan.

“Biasanya memang permasalah di perkotaan tingkat kestresan yang cukup tinggi. Karena kerja maupun lalu lintas yang padat. Macet orang cepat stres,” ujarnya.

Untuk menekan OMDK, sambung Tulus pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Penanganannya juga bukan hanya dari pemerintah daerah semata. Tetapi juga keluarga dan lingkungan membantu dan mengantisipasi OMDK.

Sementara, untuk jumlah orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) mencapai seribu orang. Jumlah tersebut masih fluktuatif.

“Banyak yang tidak terdata. Karena ada juga ODGJ yang disembunyikan pihak keluarganya dengan alasan malu dan menjadi aib. Penanganan awal kami lakukan pengobatan di puskesmas. Jika memang tidak dapat ditangani di puskesmas kita rujuk ke RSJ di Bogor dan Grogol, Jakarta,” tandasnya.(irm)

 

SOSIALISASI. Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie saat memberikan sambutan dalam kegiatan pembentukan tim pelaksanaan kesehatan jiwa di Puspiptek, Kecamatan Setu, Rabu (8/8).

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!