Isak Tangis Iringi Pemakaman Fauzan


Senjata Tajam Tembus Tulang Otak Belakang

Diterbitkan  Rabu, 08 / 08 / 2018 23:18 - Berita Ini Sudah :  3778 Dilihat

SERPONG-Ahmad Fauzan (18), pelajar SMK Sasmita Jaya Pamulang yang menjadi korban penusukan saat tawuran di Jalan Raya Puspiptek, Kota Tangsel pada 28 Juli 2018 lalu, akhirnya meninggal dunia setelah delapan hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Fauzan menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (8/8) malam. Alharhum dimakamkan sekitar pukul 10.30 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pedurenan, sekitar satu kilometer dari rumah duka di Jalan Pedurenan 3, RT 003 RW 01 Nomor 119, Desa Pedurenan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.  Isak tangis teman sekolah, keluarga, dan tetangga mengiringi pemakaman pelajar akrab disapa Ozan itu.

Semasa hidup, Fauzan dikenal pendiam dan suka menolong kerabatnya. Hal tersebut diungkapkan teman kelasnya di SMK Sasmita Jaya, Wahyudi. ”Dia orangnya suka bantu. Waktu itu, saya terlibat perkelahian, dia (Fauan-red) mencoba menolong dengan memisahkan kami. Sampai-sampai akhirnya, Fauzan dipanggil Kepala Sekolah. Padahal dia, niatnya hanya melerai saja,” kenangnya.

Kakek Fauzan, Mukri Jem mengatakan, kepolisian harus bisa mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelakunya. ”Kalau untuk penanganan Fauzan, sangat maksimal. Baik kepolisian, Pemerintah Kota Tangsel dan dokter rumah sakit Hermina dan RSCM. Kami berharap pelakunya segera ditangkap,” terangnya.

Ayah Fauzan Ipan Sopyan menyatakan, kondisi anaknya memang kritis, meskipun, benda sajam jenis klewang sudah dicabut semuanya dari pipi kiri putra pertamanya itu. ”Sampai tiga kali operasi. Dokter juga sudah bilang, kalau sajamnya melukai bagian tulang otak belakang,” jelasnya.

Kepergian Fauzan, sudah diikhlaskan keluarga. Dirinya hanya berharap pelaku penusukan anaknya, bisa cepat ditangkap. ”Saya hanya memohon, kepolisian bisa meringkus pelaku penusukan dan mendapatkan hukuman setimpal. Biar lega hati ini. Dan saya yakin bisa teringkus. Sebab, kejadiannya sudah viral,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengungkapkan, sampai saat ini polisi masih memburu pelajar diduga penusuk Ahmad Fauzan, yang identitasnya telah dikantongi.

 

Polsek Pamulang Rutin Razia Pelajar

Kepolisian Sektor Pamulang mengintensifkan pengawasan dan pemantauan terhadap pelajar SMK di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), hal ini menyusul tewasnya, Ahmad Fauzan, Selasa (8/8) malam.

“Kami antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami pantau sejak dari sekolah, sampai nanti mereka pulang,” kata Kompol Endang Sukma Wijaya, Kapolsek Pamulang usai melayat ke rumah duka Ahmad Fauzan di Pedurenan 3, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Kapolsek menambahkan, pengawasan dan pemantauan tersebut dengan menempatkan sejumlah anggota kepolisian di sekolah dan tempat-tempat kumpul pelajar biasa nongkrong usai jam pulang sekolah

“Kami siapkan petugas ditempat-tempat yang kami pantau menjadi tempat pelajar nongkrong. Kami juga menskat wilayah perbatasan Pamulang dan Cisauk, agar ketika ada kumpulan pelajar segera kami bubarkan,” ucapnya.

Dirinya meminta pihak sekolah dan lapisan masyarakat lain, untuk segera menghubungi pihak kepolisian jika sudah melihat adanya gerombolan pelajar yang akan melaksanakan aksi tawuran.

“Kami sampaikan ke sekolah dan guru membuka komunikasi dengan kepolisian, untuk tidak sungkan melaporkan segala penyimpangan yang telah terdeteksi di sekolah. Karena gerbang utamanya di sekolah sehingga bisa segera kami lakukan tindakan preventif,” katanya.(irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!