Stop Tawuran! Pemkot Pertemukan Dua Kepala Sekolah

Diterbitkan  Rabu, 08 / 08 / 2018 23:18 - Berita Ini Sudah :  186 Dilihat

Stop tawuran pelajar. Cukup sudah Ahmad Fauzan yang menjadi korban terakhir. Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran semua pihak.

Tak ingin peristiwa tawuran yang kerap memakan korban kembali terjadi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel mengambil inisiatif melakukan mediasi dengan pihak sekolah dan yayasan yang terlibat dalam tawuran yakni, SMK Sasmita Jaya Pamulang dan SMK Bhipuri Serpong.

Meskipun, kewenangan pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipegang Pemprov Banten, akan tetapi, langkah meredam harus dilakukan, supaya siswa merasa aman dan nyaman memperoleh pendidikan di Kota Tangsel.

Silaturahmi yang digelar di ruang Kepala Dindikbud Taryono, kemarin, dihadiri Kepala Sekolah (Kepsek) Sasmita Jaya I Aser Simamora, Kepsek Sasmita Jaya II M Husen, Kepsek SMK Bhipuri Sutrisno serta jajaran kepolisian dari Polres Tangsel.

Kasatintel AKP Febri Nurzam meminta seluruh pihak untuk bisa saling mencegah aksi-aksi tawuran. ”Kami mohon dukungannya, terutama pihak sekolah untuk bisa membuat siswanya menjauhi tawuran,” singkatnya di pertemuan tersebut.

Kepala SMK Bhipuri Sutrisno mengaku pasca tawuran, sebanyak 10 siswa kelas XII tidak pernah masuk. ”Sampai sekarang tidak masuk karena takut ada aksi balas dendam. Kami sudah memanggil orangtuanya, supaya anaknya tetap bersekolah lagi,” jelasnya.

Ia menilai dampak tawuran, sangat merugikan kedua sekolah. Untuk itu, perlu meredamnya. ”Saya minta tanggungjawabnya jangan hanya dibebankan sekolah ataupun pemerintah. Akan tetapi,semua masyarakat harus ikut bertanggungjawab menjaga generasi penerus bangsa,” katanya

Kepala SMK Sasmita Jaya II, M Husen menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan satu siswa yang terlibat tawuran. ”Kami sudah mengeluarkan siswa yang ikut tawuran. Sebagai upaya memutus bibit balas dendam,” terangnya.

Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono menyatakan, hasil pertemuan akan menjadi evaluasi sekaligus mendamaikan para pelajar dan memberikan wawasan jangan mudah terpengaruh bujuk rayu alumni.

”Saya akan sampaikan ke Ibu Walikota terkait usulannya seperti mengerahkan Satpol PP untuk melakukan razia. Saya juga meminta pihak sekolah dan yayasan untuk melakukan pembinaan dan kita harus peduli untuk mendidik generasi muda ke jalan yang positif. Stop tawuran,” tandasnya. (irm)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!